VISITIZEN | PLN Baleendah dan Pohon Petai
Kadang dalam hati merasa sayang untuk ditebang, namun demi kepentingan umum, maka penulis merelakan pohon ditebang oleh petugas dari bagian luar PLN, namun sayangnya ketika penulis memohon bantuan kepada petugas bagian pemeliharaa/bagian luar PLN, agar pohon yang didepan rumah di khawatirkan akan roboh karena faktor usia dan bekas tertabrak kendaraan tronton dari perusahaan besi, hingga pohon terbelah, ketika itu pohon peuteuy tersebut, sedang berbuah lebat.
Dikhawatirkan akan tumbang, penulis meminta bantuan kepada petugas PLN bagian pemeliharaan, untuk menebangnya. Tetap petugas bagian pemeliharaan sampai saat ini, sudah hampir enam bulan sejak dilaporkan secara lisan, tidak ada perhatian. Berbeda ketika para petugas bagian pemeliharaan apabila ada ranting atau pohon yang mereka anggap menghalangi, mereka datang berulang- ulang datang kerumah, dan mohon ijin agar pohon tersebut, dijinkan untuk ditebang. Tentunya penulis, memohon perhatian dari pengambil kebijakan, di PLN, wilayah Majalaya, untuk mengambil langkah- langkah, kepedulian terhadap kepentingan masyarakat, jangan kalau ada kepentingan dari PLN, para petugas, dengan berbagai cara mendatangi masyarakat/ salah satu adalah penulis , kalau ada kepentingan masyarakat "hare- hare" ( tak peduli).
(Penulis, H. Jaenudin, S. Sos., pemerhati kepolisian, sosial dan budaya, tinggal di wilayah Baleendah).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!