VISI | Tahun Baru 2026: Waktunya Entrepreneur Indonesia 'Reboot' dengan Agile Mindset untuk Era AI-Driven!

Desi Rossilawati
Selasa, 30 Desember 2025 | 15:16 WIB
Bagikan
VISI | Tahun Baru 2026: Waktunya Entrepreneur Indonesia 'Reboot' dengan Agile Mindset untuk Era AI-Driven!
Oleh Imanuddin Hasbi

Pergantian tahun kerap diperingati dengan kembang api dan resolusi klise. Namun, memasuki 2026, banyak entrepreneur kita yang mungkin merasa lelah: pandemi sisa, gejolak ekonomi global, dan disrupsi AI yang tak terelakkan. Tapi, bayangkan jika tahun baru ini bukan sekadar pesta kembang api, melainkan tombol 'reboot' untuk bisnis Anda? Sebagai praktisi entrepreneurship education di Telkom University, saya yakin 2026 adalah momen emas bagi pebisnis Indonesia untuk bangkit dengan energi baru mengadopsi Agile mindset yang lincah, adaptif, dan penuh inovasi.

Ekonomi digital adalah kegiatan ekonomi yang berbasis teknologi digital seperti internet, meliputi produksi, distribusi dan  konsumsi barang/jasa secara daring melalui platform seperti e-commerce, fintech, dan media sosial, didukung teknologi seperti AI dan IoT, yang mendorong inovasi, efisiensi, dan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menciptakan model bisnis baru dan lapangan kerja berbasis digital. Entrepreneur Indonesia menghadapi peluang emas di tengah disrupsi AI dan pertumbuhan ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai USD 130 miliar pada 2025, berpotensi melonjak hingga USD 360 miliar pada 2030. Bukan saatnya lelah, tapi reboot bisnis dengan Agile mindset yang lincah, adaptif, dan AI-driven seperti yang dilakukan para pelopor terkini.

Kenapa Agile? Di tengah VUCA world (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous), model bisnis tradisional sudah usang. Agile, yang lahir dari software development, kini jadi kunci sukses entrepreneur global. Ingat bagaimana Gojek reboot dari ojek online jadi super app? Itu Agile murni: iterasi cepat, feedback pelanggan langsung, dan pivot tanpa ragu. Menjelang 2026, dengan AI seperti ChatGPT dan Grok yang mengubah segalanya, kita tak boleh kaku. Reboot berarti mulai dari nol dengan pola pikir sprint harian: set goal kecil, test, belajar, ulangi.

Bayangkan entrepreneur Bandung seperti Anda, yang bangun pagi di kota kreatif ini, merancang bisnis sosial berbasis edutech. Tahun lalu, mungkin Anda stuck di proposal grant yang tak kunjung disetujui. Di 2026, terapkan Agile: pecah jadi sprint mingguan. Sprint 1: riset pasar via AI tools. Sprint 2: prototype MVP (Minimum Viable Product) dengan Laravel dashboard untuk visualisasi data siswa. Hasil? Grant Dikti atau LPDP cair lebih cepat, karena proposal Anda data-driven dan adaptif. Inspirasi datang dari kisah nyata.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.