VISI | Tabayyun

ED
Selasa, 2 April 2024 | 15:25 WIB
Bagikan
VISI | Tabayyun

DARI RAGAM masalah yang datang ke meja redaksi, kalau tidak disiplin dalam verifikasi (tabayyun), akan sangat banyak hoaks, fakenews atau berita bohong yang tersebar. Sehingga disiplin dalam verifikasi merupakan jantungnya sebuah media massa.

Dua orang buruh pabrik mengadu karena kerja hampir 30 tahun, saat ke luar tak dapat pesangon. Mereka bercerita panjang di redaksi sambil menangis. Ini menarik, tapi belum layak untuk jadi berita.

Saat dikonfirmasi ke perusahaan yang dimaksud melalui voice call, ternyata bukan tidak diberikan pesangon, tapi karena kedua buruh menguasakan ke orang lain untuk mengurus pesangonnya. Dan terkuak masalahnya ternyata bukan dengan perusahaan, tapi dengan orang yang dikuasakan oleh kedua buruh ini. Dengan tabayyun, dengan verifikasi informasi, kita bisa mendapat informasi yang benar.

Begitu juga saat seorang karyawati sebuah rumah sakit swasta di Kota Bandung, mengadukan bank tempatnya mengajukan kredit. Katanya, setelah dilunasi pihak bank mempersulit berkas miliknya saat mau diambil. Setelah tabayyun, setelah diverifikasi, ternyata pihak bank minta salinan perjanjian kredit yang dipegang karyawati itu. Ternyata hilang. Sehingga pihak bank minta agar ada surat keterangan hilang dari polisi. Bukan mempersulit.

Tabayyun atau verifikasi informasi memang merupakan bagian penting dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). KEJ menekankan pentingnya verifikasi dan konfirmasi informasi sebelum disebarkan. Ini menunjukkan komitmen terhadap jurnalisme yang bertanggung jawab dan etis.

Begitu pula menurut UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, media dan wartawan diwajibkan untuk melakukan konfirmasi sebagai bagian dari proses pemberitaan yang berimbang dan akurat.

Esensi jurnalisme yang dijelaskan oleh Bill Kovach adalah disiplin verifikasi. Ini merupakan salah satu dari sembilan elemen jurnalisme yang Kovach dan Tom Rosenstiel paparkan dalam, "The Elements of Journalism: What Newspeople Should Know and The Public Should Expect". Disiplin verifikasi ini menekankan pentingnya proses pemeriksaan kebenaran informasi yang dilaporkan, yang membedakan jurnalisme dari media sosial. Dan, karenanya, produk jurnalistik di media massa tetap akan menjadi rujukan kebenaran sebuah informasi.

Halaman :

Komentar (1)

Tulis Komentar

H

Hadiati.s

2 years ago

Nuhun info'nya..,ibroh buat saya pribadi ...

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.