VISI | Spirit Hari Sumpah Pemuda

ED
Senin, 27 Oktober 2025 | 10:34 WIB
Bagikan
VISI | Spirit Hari Sumpah Pemuda
Oleh A. Rusdiana SETIAP tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP). Tahun 2025 menjadi momentum ke-97 dengan tema Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu. Fenomena globalisasi dan era digital menuntut generasi muda tidak hanya memahami sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga memiliki kepemimpinan, kreativitas, dan kolaborasi lintas sektor. Teori Kepemudaan Strategis (Strategic Youth Development Theory) menekankan bahwa penguatan karakter, kapasitas inovatif, dan jejaring sosial menjadi kunci dalam membentuk generasi yang tangguh. Namun, terdapat gap antara potensi besar pemuda Indonesia dengan implementasi nyata dalam penguatan persatuan, kolaborasi, dan pengabdian sosial. Tujuan penulisan ini adalah menyajikan refleksi dan rekomendasi strategis untuk pendidikan, organisasi kepemudaan, dan institusi pemerintah, agar nilai Sumpah Pemuda dapat diwujudkan secara nyata dalam membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Berikut tiga Nilai Spirit Hari Pemuda: Menyiapkan Generasi Unggul Indonesia 2045: Pertama, Kolaborasi Generasi Muda; Pemuda, pelajar, santri, dan mahasiswa perlu membangun jejaring kolaboratif antar lembaga pendidikan, komunitas, dan organisasi kepemudaan. Kegiatan bersama misalnya proyek sosial, inovasi pendidikan, dan riset komunitas menjadi sarana mempraktikkan persatuan dan sinergi nasional. Kedua, Nasionalisme dan Karakter Bangsa; Pendidikan karakter dan Kurikulum Cinta Tanah Air menekankan penguatan identitas nasional dan nilai keagamaan. Pemuda yang memahami sejarah perjuangan bangsa mampu menginternalisasi rasa cinta tanah air, tanggung jawab sosial, dan integritas, sehingga persatuan bangsa terjaga di tengah tantangan global. Ketiga, Inovasi dan Kepemimpinan Berbasis Nilai; Era 5.0 menuntut generasi muda berinovasi dan memimpin dengan etika. Mahasiswa, santri, dan pelajar dapat memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan program sosial, media dakwah digital, dan inovasi pendidikan yang berdampak pada masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan bangsa. Peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk mengenang sejarah perjuangan para pemuda Indonesia tahun 1928 yang berhasil menyatukan visi kebangsaan. Melalui ikrar bertumpah darah satu Tanah Air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia, mereka meneguhkan tekad untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Dengan ini, merekomendasikan bahwa: 1) Lembaga pendidikan dan Kemenpora perlu memperkuat program kolaborasi lintas sekolah, pesantren, dan universitas; 2) Kurikulum nasional harus mengintegrasikan nilai persatuan, kepemimpinan, dan pengabdian secara nyata; 3) Pemuda harus diberi kesempatan untuk mengembangkan inovasi dan proyek digital sosial, mempersiapkan mereka sebagai motor pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menggerakkan generasi muda agar bergerak kreatif, kolaboratif, dan berintegritas. Dengan demikian, persatuan bangsa terjaga, potensi pemuda dioptimalkan, dan fondasi Indonesia Emas 2045 dapat dibangun secara berkelanjutan. Wallahu Alam.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.