VISI | Qana'ah dan Ikhtiar: Mindset Pengusaha Muslim yang Tenang tapi Produktif

ED
Senin, 23 Februari 2026 | 14:07 WIB
Bagikan
VISI | Qana'ah dan Ikhtiar: Mindset Pengusaha Muslim yang Tenang tapi Produktif

Namun, kerja keras Rasulullah tidak pernah berubah menjadi keserakahan. Beliau tidak menumpuk harta untuk kemewahan pribadi. Orientasinya bukan menjadi orang terkaya di Mekah, melainkan mencari nafkah yang halal untuk keluarga dan mempersiapkan dakwah Islam. Ketika menjadi Rasul, seluruh energi bisnisnya dialihkan untuk menyebarkan Islam dan menyejahterakan umat.

Sikap ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-A'raf ayat 31, "Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." Bekerja keras adalah wajib, tetapi berlebihan dalam mengejar dunia adalah tercela. Inilah keseimbangan yang diajarkan Islam.

Qana'ah ≠ Pasif dan Malas

Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang qana'ah adalah anggapan bahwa qana'ah berarti pasrah tanpa usaha, hidup santai, malas bekerja, tidak kreatif, dan tidak mau menerima perubahan. Pemahaman ini sangat keliru dan justru bertentangan dengan ajaran Islam.

Qana'ah adalah sikap ridha menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang. Akan tetapi, qana'ah bukan berarti hidup santai dan malas bekerja. Sebaliknya, qana'ah justru berfungsi sebagai dinamisator yang mendorong manusia untuk giat bekerja dalam mencapai kesejahteraan hidup.

Orang yang bersikap qana'ah akan tetap bekerja keras, namun hasil kerjanya akan diterima dengan rasa syukur dan rasa lega. Mereka tidak tenggelam dalam kesedihan berlarut-larut ketika gagal, dan tidak sombong ketika sukses. Ini adalah keseimbangan mental yang sangat penting bagi seorang pengusaha.

Menurut Hamka, qana'ah bukanlah sikap pasif yang tidak mementingkan bekerja atau berusaha. Qana'ah yang dipahami sebagai "pasrah menerima apa adanya tanpa ikhtiar" adalah pemahaman yang keliru dan salah. Bagi orang yang benar-benar qana'ah, ia akan selalu berada dalam bimbingan Allah, sehingga ia rela menerima apapun yang telah menjadi ketentuan-Nya. Senang atau susah, kaya atau miskin, baginya hanya sebagai ujian yang harus dijalani dengan tetap berusaha maksimal.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.