VISI | Qana'ah dan Ikhtiar: Mindset Pengusaha Muslim yang Tenang tapi Produktif
Oleh Nuslih Jamiat
DI SEBUAH kantor sederhana di kawasan Tangerang, Pak Hadi, seorang pengusaha konveksi berusia 48 tahun, duduk tenang sambil membaca laporan keuangan bulanan. Omzet bulan ini turun 20 persen dibanding bulan lalu. Namun, wajahnya tetap tenang, tidak ada tanda-tanda panik atau stres. "Alhamdulillah," ujarnya sambil tersenyum, "Bulan lalu luar biasa bagus, bulan ini turun, ya wajar. Yang penting ikhtiar tetap maksimal, hasil kita serahkan pada Allah."
Kontras dengan Pak Hadi, di kantor sebelah, Pak Budi, pengusaha non-Muslim dengan bisnis serupa, tampak gelisah meski omzetnya stabil. Ia khawatir kompetitor akan mengambil alih pasar, khawatir karyawan resign, khawatir ekonomi terpuruk. Stresnya bahkan sudah menyebabkan ia harus rutin ke psikolog dan mengonsumsi obat penenang.
Apa yang membedakan keduanya? Mindset. Pak Hadi memiliki mindset qana'ah dan ikhtiar—tenang tapi produktif. Sementara Pak Budi, meski bekerja keras, terus-menerus diliputi kecemasan karena tidak memiliki fondasi spiritual yang kuat. Inilah perbedaan fundamental antara pengusaha Muslim yang memahami konsep qana'ah dengan pengusaha pada umumnya.
Rasulullah: Bekerja Keras Tapi Tidak Serakah
Sebelum menjadi Rasul, Muhammad SAW adalah pedagang yang sangat sukses. Beliau dikenal sebagai Al-Amin, yang terpercaya, dan memiliki akses ke modal besar melalui Sayidah Khadijah. Namun yang menarik, meski kesuksesan bisnisnya diakui luas hingga ke berbagai negara, Rasulullah tidak pernah menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama.
Dalam hadis disebutkan, "Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Dawud makan dari hasil kerja tangannya sendiri." (HR. Bukhari). Rasulullah SAW sangat menganjurkan kerja keras dan profesionalitas. Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional." (HR. Thabrani)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!