VISI | Proyek ICWRMI Citarum: Menguapnya Harapan Besar
Oleh Aep S Abdullah
BANJIR Sungai Citarum tak berkurang dari tahun ke tahun. Di Bandung, luapan air menyebabkan akses dari kota ke Kabupaten Bandung melalui Bojongsoang, Tegal Luar, Sapan, dan Dayeuhkolot sempat terputus. Puluhan ribu pengguna jalan terjebak kemacetan panjang menjelang berbuka puasa. Fenomena ini terus berulang meskipun proyek-proyek penanganan banjir telah menyedot dana puluhan triliun rupiah. Alih-alih memberikan solusi, kondisi sungai justru semakin buruk, membuat warga mempertanyakan efektivitas proyek-proyek yang telah dilaksanakan.
Pada 2010 lalu, pemerintah mencairkan anggaran sebesar Rp1,03 triliun untuk Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program (ICWRMIP), bagian dari proyek besar senilai Rp35 triliun yang dirancang berjalan hingga 2023 (Galamedia, Selasa, 19 Januari 2010). Proyek ini mencakup rehabilitasi sungai, pengelolaan lahan dan air, serta pengendalian banjir. Dana tersebut bersumber dari APBN, swasta, serta lembaga internasional seperti ADB, IDB, dan JICA. Namun, manfaat dari proyek ini masih jauh dari harapan masyarakat.
ICWRMIP diharapkan dapat mengoptimalkan potensi Sungai Citarum sebagai sumber air baku bagi jutaan warga dan memasok listrik melalui tiga waduk utama: Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Sungai ini memiliki luas daerah aliran 6.080 km² dan panjang 269 km dengan curah hujan sekitar 2.300 mm/tahun. Sayangnya, proyek ini belum mampu mengatasi pencemaran dan sedimentasi yang terus terjadi di sepanjang aliran sungai.
Sejak awal, proyek ICWRMIP menghadapi banyak tantangan, termasuk pengelolaan lahan di kawasan hulu yang semakin kritis. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) mengalokasikan Rp 25 miliar per tahun untuk upaya konservasi. Namun, dampaknya tidak signifikan. Kerusakan di daerah hulu menyebabkan erosi tinggi yang memperparah sedimentasi sungai, membuat program normalisasi kurang efektif.
Pada 2012, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mulai menyoroti pelaksanaan proyek ICWRMIP dan mengaudit kinerjanya. Audit ini menemukan berbagai masalah, mulai dari ketidaksesuaian dalam penggunaan dana hingga rendahnya efektivitas proyek dalam mengendalikan banjir. Meski begitu, hasil audit ini tidak secara gamblang dipublikasikan, sehingga masyarakat masih bertanya-tanya sejauh mana proyek ini berjalan sesuai rencana.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!