VISI | Persib dan Kuota Pemain Asing

ED
Minggu, 25 Mei 2025 | 07:33 WIB
Bagikan
VISI | Persib dan Kuota Pemain Asing

Oleh Aep S. Abdullah

WACANA PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menambah kuota pemain asing hingga 11 orang dengan delapan pemain bisa bermain bersamaan di Liga 1 musim 2025/2026 memunculkan kekhawatiran dari berbagai pihak. Salah satu suara paling tegas datang dari Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Dalam pernyataannya, Umuh menyebut kebijakan ini berpotensi menghambat perkembangan pemain lokal dan bertolak belakang dengan semangat membangun sepak bola nasional yang berkelanjutan.

Menurut Umuh, kuota empat pemain asing sudah cukup untuk memberi warna kompetisi tanpa mengorbankan ruang tumbuh pemain Indonesia. Jika terlalu banyak pemain asing yang bermain di lapangan, maka kesempatan bagi talenta lokal untuk berkembang dan bersaing akan semakin terbatas. Ini akan membuat investasi jangka panjang dalam pembinaan pemain muda menjadi tidak relevan, dan pada akhirnya mematikan semangat pembinaan akar rumput.

Persib Bandung sebagai salah satu klub besar di Indonesia seharusnya menjadi contoh dalam memberi prioritas lebih besar kepada pemain lokal. Apalagi Persib memiliki Akademi yang sangat besar, dengan jumlah siswa hampir mencapai 1000 orang. Jumlah ini mencerminkan antusiasme dan potensi besar yang dimiliki generasi muda Jawa Barat dalam meniti karier sepak bola. Akan menjadi sebuah ironi jika klub sebesar Persib tidak mampu menyerap potensi yang dibinanya sendiri.

Masalahnya, selama ini banyak klub yang lebih tertarik pada solusi instan dengan merekrut pemain asing dibanding membangun pemain lokal yang butuh waktu dan proses. Ini menjadi problematika mendasar dalam sistem pengelolaan klub di Indonesia. Kualitas liga menjadi tinggi dalam jangka pendek, tetapi tidak memberi dampak signifikan bagi kemajuan sepak bola nasional. Terlalu banyak mengandalkan pemain asing bisa mengubah wajah Liga 1 menjadi "liga ekspatriat" yang kehilangan identitasnya.

Sebaliknya, sejumlah klub di luar negeri menunjukkan bahwa mengandalkan pemain lokal bisa menjadi strategi yang sukses, asalkan dibarengi dengan pembinaan dan sistem yang jelas. Contoh klasik adalah Athletic Bilbao di Spanyol, yang hanya merekrut pemain berdarah Basque, namun tetap mampu bersaing di La Liga karena fokus pada pembinaan internal yang kuat. Di Jepang, Urawa Red Diamonds juga dikenal sebagai klub yang banyak mengandalkan pemain dari akademinya sendiri dan tetap tampil kompetitif di liga domestik maupun Asia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.