Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026

VISI | Persepsi Beragama

ED
Jumat, 21 Maret 2025 | 07:35 WIB
Bagikan
VISI | Persepsi Beragama

Menghormati Perbedaan

Anak-anak sering kali melihat orang berbeda agama sebagai sesuatu yang asing. Namun, dewasa membuat kita lebih bijak dalam menghadapi perbedaan, menghormati keyakinan orang lain tanpa harus merasa terancam.

Di masa kecil, agama adalah sesuatu yang diajarkan di rumah atau sekolah. Saat dewasa, kita mulai melihat bagaimana agama memengaruhi aspek sosial, politik, bahkan budaya. Ini membuat kita lebih memahami dampaknya dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai orang tua, kita sekarang kerap menghadapi dilema: haruskah kita mengajarkan agama sebagaimana kita diajarkan dulu, atau dengan pendekatan yang lebih terbuka dan reflektif? Karena anak-anak sekarang sudah lebih kritis dan sulit menerima yang dogmatis.

Pada akhirnya, persepsi beragama adalah perjalanan yang terus berkembang. Dari menerima ajaran tanpa bertanya di masa kecil, hingga memahami makna mendalam di masa dewasa. Agama bukan hanya tentang dogma, tetapi pencarian makna yang membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT yang pada akhirnya mengakumulasi perbuatan baik selama hidup. Dan, surga untuk orang yang berbuat baik dan menjalani hidup dengan benar.

Sebagaimana sabda Nabi SAW, "Innama buistu liutammima makarimal akhlak" yang artinya, "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia" (Al-Baihaqi). Jadi apapun, tetap harus mengedepankan ahlak yang mulia.

Namun masih sering kita temui orang dewasa yang merefleksikan agama seperti anak yang baru belajar ngaji: dogmatis, egois, merasa paling benar dan tidak mampu menghargai persepsi orang lain. ***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.