VISI | Pendidikan Remaja Barak Militer
Misalnya, pelatihan kedisiplinan berbasis Pramuka, bela negara, atau ketahanan keluarga, tetapi tetap dalam kerangka psiklogi perkembangan anak dan pendidikan humanistik.
Keempat, penanganan khusus untuk remaja bermasalah (Restorative Education).
Untuk kasus-kasus kenakalan berat, bisa dibuat pusat pembinaan berbasis rehabilitasi edukatif, dengan pendekatan psikologis, spiritual, sosial, bukan semata keras secara fisik.
Kebijakan pendidikan remaja di barak militer perlu ditempatkan secara bijak: bukan sebagai solusi utama, melainkan alternatif terakhir dalam penanganan khusus dan terbatas. Pendidikan harus tetap berpijak pada cinta, empati, dan penghargaan terhadap perkembangan individu.
Kedisiplinan memang penting, tetapi cara mencapainya harus melalui jalan yang benar: bukan menakuti, tetapi menyadarkan.
Mari kita bangun sistem pendidikan yang kuat, bukan dengan mengganti guru dengan yang lain, tetapi dengan menghadirkan guru yang mampu bersikap tegas sekaligus mengasuh. Sebab sejatinya, pendidikan yang baik bukan hanya mampu merubah perilaku, tetapi mengubah jiwa.***
- Dr. Drajat, Praktisi Pendidikan dan Hipnoterapis
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!