Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

VISI | Pendidikan Remaja Barak Militer

ED
Senin, 5 Mei 2025 | 05:45 WIB
Bagikan
VISI | Pendidikan Remaja Barak Militer

Kita tidak bisa menutup mata bahwa dukungan masyarakat terhadap kebijakan ini bukan tanpa alasan. Banyak orang tua yang lelah dan putus asa menghadapi anak-anak mereka. Mereka berharap ada “tangan kuat” yang bisa membantu menata ulang arah kehidupan anak-anaknya. Sayangnya, ketika institusi pendidikan dianggap lemah dalam mendidik karakter, maka militer pun menjadi harapan.

Namun, inilah letak ironi kita: ketika sekolah tidak dipercaya sebagai tempat penumbuhan karakter, justru kita menyerahkannya ke lembaga yang bukan ranah utamanya dalam pedagogi anak. Ini adalah kritik tajam terhadap sistem pendidikan kita yang masih gagal mengembangkan pendekatan karakter secara utuh dan konsisten.

Alih-alih menempatkan remaja bermasalah ke barak militer sebagai satu-satunya solusi, kita harus memikirkan pendekatan yang integratif dan proporsional. Ada beberapa langkah yang bisa diambil:

Pertama; Revitalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah.

Pendidikan karakter bukan sekadar proyek tambahan, tetapi menjadi jiwa dari setiap mata pelajaran dan aktivitas sekolah. Guru bukan hanya mengajar, tapi mendidik dengan keteladanan.

Kedua, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas.

Jangan sekolah bekerja sendiri. Orang tua harus dilibatkan secara aktif dan komunitas lokal (termasuk TNI, Polri, tokoh agama, dan pemuda) bisa menjadi mitra dalam pendidikan karakter.

Ketiga, membangun program semi-militer dalam Format Pendidikan Kontekstual.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.