Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

VISI | Panem et Circenses di Panggung Politik Modern

ED
Rabu, 1 Juli 2026 | 09:04 WIB
Bagikan
/

Oleh Dede Farhan Aulawi

ISTILAH Panem et Circenses—yang berarti "roti dan hiburan"—berasal dari penyair Romawi Juvenal. Ungkapan ini menggambarkan strategi politik yang digunakan oleh para penguasa untuk menjaga stabilitas kekuasaan dengan memenuhi kebutuhan dasar rakyat sekaligus menyediakan hiburan besar-besaran. Ketika perut kenyang dan perhatian masyarakat tersita oleh tontonan, kritik terhadap pemerintahan cenderung mereda. Meskipun lahir lebih dari dua ribu tahun lalu, konsep ini masih sering dijadikan lensa untuk memahami dinamika politik modern.

Dalam Kekaisaran Romawi, pemerintah mendistribusikan gandum kepada warga kota dan menyelenggarakan pertunjukan megah seperti balap kereta, gladiator, serta festival publik. Kebijakan tersebut memang membantu memenuhi kebutuhan masyarakat miskin, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen legitimasi politik. Hiburan menjadi alat untuk membangun citra penguasa sekaligus mengalihkan perhatian dari persoalan seperti korupsi, ketimpangan sosial, atau konflik politik.

Secara filosofis, Panem et Circenses menunjukkan bahwa kekuasaan tidak hanya dipertahankan melalui kekuatan militer atau hukum, tetapi juga melalui pengelolaan persepsi publik. Rakyat yang merasa cukup secara ekonomi dan terus disuguhi hiburan dapat menjadi kurang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Namun, jika kebutuhan ekonomi memburuk atau hiburan tidak lagi mampu menutupi persoalan mendasar, legitimasi penguasa dapat dengan cepat melemah.

Dalam konteks demokrasi modern, bentuk "roti dan hiburan" tidak selalu berupa pembagian pangan dan pertunjukan fisik. Program bantuan sosial, subsidi, acara olahraga berskala besar, konser, hingga derasnya arus konten di media digital dapat berperan sebagai sarana membangun kedekatan dengan publik. Kebijakan-kebijakan tersebut tidak selalu bersifat manipulatif; banyak yang memang memiliki manfaat nyata. Yang menjadi persoalan adalah ketika kebijakan populis atau hiburan dipakai untuk mengalihkan perhatian dari masalah struktural yang belum terselesaikan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.