VISI | Naik Kelas
Oleh Drajat
- Guru
- Doktor Ilmu Pendidikan
- Wasekjen Komnasdik
- Hipnoterapis
- Mindshaper Nusantara
- APKS PGRI Prov. Jabar
TIDAK terasa, perjalanan alam terus berputar. Hari demi hari berlalu tanpa pernah menunggu siapa pun. Pertanyaannya sederhana, tetapi menohok nurani: sudah sejauh mana kita berbuat untuk bumi yang kita pijak ini? Ataukah kita masih sibuk menikmati, tanpa pernah benar-benar merawat?
Jika selama ini kita lalai—alfa membaca tanda-tanda zaman—alangkah indahnya jika tahun ini menjadi titik balik. Tahun kesadaran. Tahun ketika manusia, terutama kaum terdidik, mulai kembali bertanya tentang tanggung jawabnya terhadap kehidupan. Sebab bumi tidak pernah meminta lebih, ia hanya menuntut keadilan: dirawat, dijaga, dan dihormati.
Di sinilah pendidikan berdiri sebagai poros. Dan di pusat pendidikan, berdirilah sosok bernama pendidik—guru dan dosen—yang sejatinya bukan hanya pengajar materi, tetapi penjaga nilai dan arah peradaban.
Menjadi pendidik hari ini tidak cukup hanya hadir di ruang kelas. Tidak cukup pula sekadar menyelesaikan silabus atau mengejar target kurikulum. Pendidik adalah role model hidup, cermin yang diam-diam ditiru oleh peserta didik.
Cara berbicara, cara berpikir, cara menyikapi perbedaan, cara merawat lingkungan, hingga cara menghadapi perubahan—semuanya menjadi pelajaran tak tertulis yang jauh lebih kuat daripada teori mana pun.
Karena itu, mutlak bagi pendidik untuk terus “naik kelas”, bukan hanya secara administratif atau jabatan, melainkan kualitas hidup dan kesadaran. Naik kelas dalam cara berpikir. Naik kelas dalam kepekaan sosial. Naik kelas dalam etika. Dan tentu, naik kelas dalam tanggung jawab terhadap bumi.
Bagaimana mungkin kita meminta peserta didik peduli lingkungan, jika kita sendiri abai? Bagaimana mungkin kita bicara masa depan, jika kita tidak siap berubah hari ini?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!