VISI | Menjaga Kewarasan

ED
Jumat, 12 Desember 2025 | 04:35 WIB
Bagikan
VISI | Menjaga Kewarasan

Negeri ini tidak kekurangan anak muda yang visioner. Kita melihat: Anak muda yang berinovasi tanpa modal dari negara. Anak muda yang mampu membangun teknologi baru. Anak muda yang memimpin gerakan sosial berskala nasional, bahkan internasional. Anak muda yang berani bersuara ketika kebenaran dicederai. Kita hanya kekurangan keberanian generasi tua untuk mundur. Sebab bangsa akan tumbuh jika yang tua mau merangkul, bukan menyingkirkan; mengarahkan, bukan membatasi; memberi ruang, bukan menguasai.

Saat pemimpin terus mempertahankan kekuasaan dengan segala cara, yang terjadi bukan keberlanjutan, melainkan stagnasi. Dan jika stagnasi terjadi terlalu lama, maka generasi muda akan diwarisi beban yang bukan mereka ciptakan.

Menjaga kewarasan bangsa bukan pekerjaan satu profesi. Ini pekerjaan bersama: Guru menjaga kewarasan nalar. Orang tua menjaga kewarasan moral. Pemimpin menjaga kewarasan kebijakan. Anak muda menjaga kewarasan masa depan.

Yang paling berbahaya bukanlah kebodohan, melainkan normalisasi kebodohan. Yang paling menghancurkan bukanlah kesalahan, melainkan pembiaran kesalahan. Yang paling memalukan bukanlah kritik anak muda, melainkan arogansi orang tua yang tak mampu menerima kritik. Jika negeri ini ingin tetap berdiri tegak, maka kita harus melawan segala bentuk kebijakan yang tidak waras—kebijakan yang tidak berdasar ilmu, tidak berdasar nurani, dan tidak berdasar kepentingan rakyat.

Kewarasan sebuah bangsa tidak diukur dari banyaknya gedung tinggi atau jalan tol megah, tetapi dari bagaimana ia memperlakukan akal sehat warganya—terutama anak mudanya. Dan hari ini, kewarasan itu sedang terancam. Kita menyaksikan: bagaimana suara kritis diolok, bagaimana kebenaran ditawar-tawar, bagaimana kekuasaan dijadikan tameng, bagaimana pendidikan dijadikan ajang pencitraan, bagaimana kompetensi dikalahkan oleh kedekatan.

Karena itu, opini ini adalah panggilan: mari menjaga kewarasan—sebelum negeri ini benar-benar kehilangan akal sehat. Biarkan anak muda mengambil peran. Biarkan mereka memimpin dengan visi jernih, tanpa beban masa lalu. Biarkan mereka bekerja berdasarkan nalar, bukan dendam. Biarkan mereka berlari tanpa dirantai. Sebab jika bangsa ini ingin maju, maka kita harus berani mengikhlaskan masa depan kepada mereka yang benar-benar masih memiliki masa depan.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.