VISI | Mengapa Kejahatan Terorganisir Menaruh Uangnya di Judi Online ?

ED
Rabu, 23 Oktober 2024 | 19:35 WIB
Bagikan
VISI |  Mengapa Kejahatan Terorganisir Menaruh Uangnya di Judi Online ?
  • Kasino daring ilegal digunakan oleh geng kriminal untuk mencuci uang hasil keuntungan miliaran dari kejahatan transnasional.

Oleh John Langdale

SINGAPURA yang dikenal bersih baru-baru ini tersandung skandal  operasi pencucian uang besar-besaran yang memanfaatkan jaringan teknologi keuangan ultra-modern untuk mencuci miliaran dolar keuntungan ilegal dari kasino daring di negara-negara tetangga.

Kasus ini menyoroti bagaimana trinitas jahat dari perjudian daring ilegal, pusat penipuan, dan perdagangan obat terlarang menghasilkan keuntungan miliaran dolar untuk geng kriminal internasional dan bagaimana negara-negara dimanipulasi untuk tujuan mereka.

Menurut proyeksi terbaru, pasar perjudian daring resmi diperkirakan akan tumbuh menjadi lebih dari $US205 miliar atau Rp. 3.189 triliun pada tahun 2030 dengan wilayah Indo-Pasifik mewakili pangsa pasar terbesar dari pertumbuhan pasar.

Sedangkan untuk permainan daring ilegal, di Cina sendiri, pihak berwenang pada tahun 2020 menindak 1.700 platform perjudian daring dan 1.400 bank bawah tanah yang melibatkan lebih dari satu triliun yuan ($US153 miliar Rp. 2.380 triliun) transaksi ilegal.

Dampak dari Penindakan Tegas Tiongkok

Peningkatan pesat kejahatan transnasional di Asia Tenggara terjadi karena beberapa alasan. Salah satunya adalah penindakan tegas  yang dilakukan oleh pihak berwenang China yang telah mendesak kejahatan ke luar dari wilayah perbatasannya namun kemudian  malah berpindah ke wilayah Mekong yang mana pihak berwenangnya lemah sehingga yang mempengaruhi Myanmar, Laos dan Kamboja.

Faktor kedua adalah tingginya permintaan obat-obatan terlarang, khususnya metamfetamin, dari berbagai negara, terutama Australia. Narkoba ini menjadi obat sintetis paling populer di dunia.

Faktor ketiga adalah korupsi yang meluas di seluruh Asia Tenggara, namun lebih merajalela di negara-negara kawasan Mekong yang tergolong miskin. Peningkatan kejahatan transnasional di kawasan ini dipercepat dengan munculnya perjudian daring dan aktivitas kriminal transnasional di Mekong dan negara-negara tetangga.

Operasi kriminal ini berisiko mengganggu stabilitas negara-negara ini dan telah membuat keberadaannya dirasakan di banyak negara Asia Tenggara dan negara-negara Indo-Pasifik di sekitarnya.

Sistem Perbankan Bawah Tanah

Kelompok kriminal Tiongkok menggunakan infrastruktur yang dibuat oleh kasino daring untuk sistem perbankan digital bawah tanah dan telah memicu meningkatnya kejahatan transnasional di wilayah tersebut.

Ilustrasi yang jelas tentang konsekuensi dari kejahatan Mekong adalah kasus pencucian uang besar di Singapura di mana lebih dari $US2,2 miliar aset disita dari kelompok kriminal Tiongkok. Kelompok ini meraup keuntungan besar dari perjudian daring ilegal dan pusat-pusat penipuan di Kamboja dan Filipina.

Kelompok ini mencuci uang tersebut melalui Singapura dan berinvestasi di properti dan perusahaan di Singapura dan luar negeri, salah satunya di Inggris.

Ada kemungkinan bahwa kelompok kriminal Tiongkok lainnya yang terlibat dalam perjudian daring dan pusat penipuan telah menginvestasikan kembali keuntungan mereka di Asia Tenggara dan di seluruh dunia.

Pusat penipuan bekerja dengan cara memikat para pekerja yang tidak menaruh curiga melalui iklan lowongan kerja palsu (scammer) dan memaksa mereka untuk bekerja di kasino daring ilegal dan penipuan daring.

Sebuah laporan dari Kantor PBB mengenai Narkoba dan Kejahatan (UNODC) pada bulan Januari menjelaskan hubungan simbiosis antara kejahatan transnasional dan maraknya perjudian daring dan mata uang kripto di kawasan ini yang menggunakan jaringan elektronik terlarang seperti jaringan gelap (dark web) dan penyedia layanan internet ilegal.

Peran Narkoba

Laporan yang sama  menunjukkan peningkatan permintaan global untuk metamfetamin dan obat-obatan terlarang lainnya. Hal ini tentu menghasilkan keuntungan besar bagi kelompok-kelompok kriminal regional yang kemudian memanfaatkan kasino daring dan jaringan elektronik ilegal lainnya untuk mencuci uang kotor tersebut.

Filipina juga menjadi pusat perjudian daring dan pusaran baru penipuan atau scammers   serta telah mengklasifikasikan kasino daring resmi sebagai Operator Permainan Lepas Pantai Filipina. Badan-badan ini melayani penjudi Tiongkok daratan karena perjudian, kecuali lotre yang dikelola negara, yang di Tiongkok termasuk.

Negara ini menarik banyak kelompok kriminal Tiongkok yang diusir secara paksa lewat operasi keras pemerintah Tiongkok atas kejahatan terorganisir dan tidak siap menghadapi gelombang kriminal (misalnya, migrasi ilegal, prostitusi, pencucian uang, dan korupsi) yang terkait dengan kemunculan perjudian dan kasino daring, sekalipun yang legal.

Banyak pihak di Filipina yang menyerukan agar entitas-entitas ini dilarang, namun pemerintah masih ragu dengan alasan dampak positif dari sisi ketenagakerjaan  dan perpajakan.

Namun, pemerintah membalikkan pendiriannya dengan Presiden Ferdinand Marcos mengumumkan larangan terhadap semua Operator Permainan Lepas Pantai Filipina.

Kebanyakan orang yang dipekerjakan dalam operasi permainan daring adalah penduduk Tiongkok daratan yang berhasil masuk dan  tinggal di Filipina secara ilegal. Masalah korupsi

Pemerintah Asia Tenggara selama ini lamban dalam menanggapi  ancaman meningkatnya kejahatan transnasional dan pusat perjudian dan penipuan daring.

Bagi para elit penguasa di Myanmar, Kamboja, dan Laos, hal ini justru sebaliknya dimana mereka melindungi kasino daring ilegal dan operasi pusat penipuan karena keterlibatan mereka sendiri juga korup.

Cina khawatir dengan perkembangan ini karena banyak dari pusat perjudian dan penipuan daring yang juga menargetkan warganya. Mereka juga cemas akan pelarian modal, sebuah perkembangan yang memungkinkan warga negara Tiongkok untuk melampaui batasan jumlah uang yang dapat mereka transfer ke luar negeri (saat ini $US50.000 atau Rp. 778 juta).

Beberapa negara regional bekerja sama dalam mengendalikan ancaman kasino daring. Cina juga bekerja sama dengan beberapa negara Asia Tenggara untuk menutup pusat perjudian dan penipuan daring.

Mereka telah mendesak Filipina pada tahun 2019 untuk melarang perjudian daring dalam rangka mendukung tindakan keras China terhadap perjudian lintas batas. Beijing juga menentang apa yang dikatakannya sebagai tuduhan tidak berdasar bahwa pemerintah Cina terlibat dengan perjudian daring di Filipina.

Sangat penting bagi negara-negara Asia Tenggara untuk menyadari seriusnya kejahatan transnasional dan perjudian daring serta pusat-pusat penipuan.

Wilayah ini telah meraih kesuksesan besar dengan globalisasi industri elektronik dan industri lainnya selama tujuh puluh tahun terakhir dengan pertumbuhan lapangan kerja dan pendapatan yang pesat.

Kisah sukses ini akan terancam oleh masalah kejahatan transnasional yang meningkat dengan cepat di wilayah ini apabila tidak ada  langkah cepat yang diambil sebelum terlambat. (VDJ)

  • John Langdale adalah Peneliti Kehormatan di Departemen Studi Keamanan dan Kriminologi, Universitas Macquarie, Australia.
  • Originally published under Creative Commons by 360info™.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.