VISI | Mengambil Hikmah dari Kerusuhan di Perancis
Ketujuh, terkait peran media, terutama media sosial seperti Snapchat, Tik Tok, dan yang lainnya yang begitu masif dan cepat menyebarkan berbagai kejadian yang membakar emosi dan psikologis massa. Instrumen teknologi dimainkan sebagai senjata pamungkas untuk menggiring opini publik dan mensugesti kemarahan sebagai cara memperjuangkan keadilan jalanan. Kaum rentan ‘usia muda’ dijadikan subjek dan objek skenario chaos dengan menggembar-gemborkan solidaritas remaja, solidaritas kaum pinggiran, rakyat miskin kota serta berbagai berita hoaks lainnya yang disajikan dengan menu yang dianggap menarik untuk membangkitkan selera kerusuhan.
Peristiwa – peristiwa seperti di atas bila tidak diantisipasi dengan baik, bisa saja terjadi di Indonesia. Apalagi jelang pemilu dan pilkada serentak ini, disamping makro ekonomi yang kurang kondusif menyebabkan keluhan – keluhan publik terkait dengan kemahalan harga – harga bisa bertemu di satu titik dari berbagai penjuru kepentingan. Oleh karenanya seluruh aparat keamanan perlu untuk diingatkan agar tidak salah dalam mengambil setiap tindakan, apalagi jika sampai menggunakan kekuatan secara berlebihan. Juga jangan terpancing oleh hangatnya temperatur politik dan dinamika sosial kemasyarakatan yang melakukan kritik, hujatan dan cacian. Dengan demikian ketahanan mental dan kesemaptaan spiritual perlu terus diasah, dilatih dan diuji. Termasuk kepekaan intelektual dalam mengasah setiap indikator permasalahan secara cermat, tepat dan cepat.
Terima kasih. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat guna mewujudkan keamanan nasional yang tetap kondusif, aman dan tenteram. Kewajiban ini melekat pada seluruh warga negara untuk menjaga keutuhan negara yang kita cintai bersama. ***
- Penulis, konsultan pertahanan & keamanan, mantan anggota kompolnas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!