VISI | Menapaki Jalan Menuju Kota yang Lebih Berkelanjutan
Oleh Susilawati (360info)
- Universitas Monash Malaysia
SELAMA beberapa dekade, tujuan utama dari sistem transportasi adalah untuk memindahkan lalu lintas kendaraan bermotor secepat mungkin dari titik A ke titik B.
Namun, fokus pada lalu lintas kendaraan bermotor telah menjadikan sektor transportasi sebagai salah satu kontributor terbesar emisi global, yang menghasilkan CO2 dan gas rumah kaca lainnya dalam jumlah yang signifikan.
Oleh karena itu, perencanaan, desain, dan operasi transportasi modern semakin didorong oleh keprihatinan untuk mengadopsi sistem yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan yang dapat mengurangi emisi, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan meminimalkan biaya.
Paradigma baru ini berfokus pada strategi dekarbonisasi transportasi untuk memerangi pemanasan global dan menekankan pendekatan yang berpusat pada masyarakat. Kebijakan ini memprioritaskan masyarakat yang memiliki akses terhadap transportasi yang efisien, aman dan inklusif untuk berbagai tujuan perjalanan.
Cara menarik pejalan kaki
Pergeseran ini bertujuan untuk meningkatkan pilihan transportasi dan mengurangi frekuensi dan jarak keseluruhan perjalanan yang dilakukan dengan sepeda motor atau mobil, dengan menjadikan berjalan kaki sebagai model transportasi utama.
Keterkaitan antara penggunaan lahan, desain perkotaan, dan desain infrastruktur jalan sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah pejalan kaki. Perencanaan penggunaan lahan yang efisien dapat menciptakan lingkungan yang kompak, dengan kepadatan lebih tinggi, dan serba guna di mana fasilitas dan layanan dapat dicapai dengan berjalan kaki (misalnya, kota yang berjarak 15 menit).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!