VISI | Menapaki Jalan Menuju Kota yang Lebih Berkelanjutan
Menerapkan manajemen lalu lintas di wilayah setempat dan tindakan menenangkan lalu lintas seperti polisi tidur, penyempitan jalur, dan bundaran untuk mengurangi kecepatan kendaraan juga merupakan strategi untuk memperbaiki jalan yang ada guna meningkatkan keselamatan pejalan kaki dan mendorong berjalan kaki.
Merevisi kode zonasi untuk memungkinkan pembangunan dengan kepadatan lebih tinggi dan penggunaan campuran dapat dicapai dengan memanfaatkan kembali ruang-ruang yang ada – dan mungkin kurang dimanfaatkan – untuk penggunaan baru yang juga dapat berfungsi sebagai tujuan menarik untuk berjalan kaki.
Misalnya, mengubah lahan parkir menjadi kawasan ramah pejalan kaki dengan pertokoan, kafe, kebun masyarakat, dan taman. Atau mengubah dan memanfaatkan kembali pabrik-pabrik tua atau bangunan bersejarah di dekat pusat transportasi umum menjadi pusat komunitas atau pembangunan serba guna.
Untuk mencapai hasil terbaik, konversi penggunaan lahan dan ruang dapat diintegrasikan dengan proses penempatan yang berfokus pada penciptaan ruang publik yang dinamis dan menarik dengan menambahkan fasilitas seperti tempat duduk, pencahayaan, seni publik, dan lanskap yang mencerminkan kebutuhan masyarakat dan mendorong interaksi sosial.
Penilaian kemampuan berjalan kaki berdasarkan skor kemampuan berjalan kaki suatu tempat — sebuah indeks multidimensi yang menilai kelayakan pejalan kaki di suatu lokasi — digunakan untuk menilai secara objektif strategi terkait berjalan kaki.
Penilaian tersebut dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan menggunakan teknik pemrosesan gambar canggih berbasis AI untuk memberikan wawasan berharga tentang bagaimana pejalan kaki memandang keselamatan dan kenyamanan.
Alat-alat tersebut juga dapat mengotomatiskan analisis data Google Street View, sehingga memungkinkan perencana transportasi mengidentifikasi tren dan pola persepsi pejalan kaki di berbagai wilayah perkotaan.
Pendekatan berbasis data ini membantu memprioritaskan perbaikan, intervensi yang ditargetkan, dan pengambilan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kemudahan berjalan kaki, mendorong gaya hidup yang lebih sehat, dan mengurangi ketergantungan pada mobil dan transportasi bermotor lainnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!