VISI | Loyalitas Menang, Kompetensi Tumbang!

ED
Rabu, 8 April 2026 | 06:31 WIB
Bagikan
VISI | Loyalitas Menang, Kompetensi Tumbang!

Namun, penting juga dipahami bahwa loyalitas bukanlah sesuatu yang sepenuhnya negatif. Dalam batas tertentu, loyalitas diperlukan untuk menjaga kohesi dan konsistensi arah kebijakan. Yang menjadi persoalan adalah ketika loyalitas tidak diimbangi dengan kompetensi. Idealnya, yang dibangun adalah loyalitas berbasis profesionalisme, loyal terhadap konstitusi, kepentingan publik, dan etika jabatan, bukan semata kepada individu atau kelompok.

Oleh karena itu, reformasi sistem merit menjadi kunci. Rekrutmen dan promosi jabatan harus berbasis pada kualifikasi, rekam jejak, dan integritas. Mekanisme seleksi yang transparan dan akuntabel perlu diperkuat untuk meminimalkan intervensi politik yang berlebihan. Selain itu, budaya organisasi yang menghargai kompetensi dan keberanian menyampaikan kritik konstruktif harus terus didorong.

Pada akhirnya, keberlanjutan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh seberapa kuat loyalitas politik yang dibangun, melainkan oleh seberapa kokoh fondasi kompetensi yang dimiliki oleh para pengelolanya. Loyalitas tanpa kompetensi adalah kesetiaan yang buta, sementara kompetensi tanpa integritas adalah potensi yang berbahaya. Keseimbangan keduanya adalah prasyarat mutlak bagi lahirnya pemerintahan yang efektif, berwibawa, dan berpihak pada kepentingan rakyat.***

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.