VISI | Kritik Itu Diapakan?

ED
Kamis, 27 Maret 2025 | 06:43 WIB
Bagikan
VISI | Kritik Itu Diapakan?

Oleh Aep S Abdullah

KRITIK itu ibarat cermin. Kadang bikin kita sadar kalau rambut belum disisir, atau malah bikin kesal karena ternyata wajah kita mirip dengan foto di KTP. Tapi apapun bentuknya, kritik tetaplah kritik—ia hadir untuk memberi sudut pandang lain, bukan untuk membuat orang yang dikritik naik darah. Sayangnya, di negeri ini, kritik sering kali lebih banyak dijawab dengan amarah daripada dengan argumen yang logis.

Ambil contoh kasus Tempo yang kritis malah dikirim kepala hewan, atau ribut-ribut soal nasab habib yang dijawab dengan marah dan bikin banyak orang gerah. Belum lagi kritik terhadap institusi seperti kepolisian atau TNI, yang bukannya ditanggapi dengan tenang, malah berujung pada reaksi keras yang bikin masalah makin panjang. Seolah-olah, kritik itu dianggap sebagai serangan pribadi, padahal bisa saja itu hanya bentuk kepedulian.

Masalahnya, makin tinggi jabatan seseorang, makin merasa mulia, makin sensitif juga kupingnya terhadap kritik. Padahal, kalau mau jujur, kritik itu justru bisa jadi vitamin untuk memperbaiki diri. Bayangkan kalau semua orang di sekitar penguasa hanya bisa mengangguk dan memuji. Lama-lama, mereka bukan pemimpin, tapi malah mirip bintang sinetron yang dikelilingi fans fanatik.

Reaksi berlebihan terhadap kritik justru membuat kredibilitas menurun. Semakin defensif seseorang terhadap kritik, semakin banyak orang yang curiga, "Jangan-jangan memang ada yang disembunyikan?" Ini hukum sosial yang sudah berlaku sejak zaman nenek moyang kita: kalau ada orang terlalu marah saat ditanya sesuatu, biasanya memang ada sesuatu yang nggak beres.

Sebaliknya, kalau kritik dijawab dengan tenang dan logis, orang justru akan lebih menghormati. Misalnya, ketika ada kritik soal penegakan hukum, alih-alih mengancam balik atau memblokir media, atau bahkan mengirim kepala babi, lebih baik dijelaskan dengan data dan fakta. Kalau memang ada kekurangan, akui saja. Masyarakat lebih suka pemimpin yang bisa menerima kesalahan daripada yang pura-pura sempurna tapi gampang baper.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.