VISI | Ketika Mahasiswa Lebih Disiplin: Refleksi Evaluasi dan Kepatuhan Kolektif

ED
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 05:17 WIB
Bagikan
VISI | Ketika Mahasiswa Lebih Disiplin: Refleksi Evaluasi dan Kepatuhan Kolektif

Oleh A. Rusdiana

KEKALAHAN Timnas Indonesia dari Arab Saudi dan Irak baru-baru ini menjadi cermin besar bagi bangsa ini. Bukan sekadar persoalan taktik, tapi soal evaluasi diri. Lainhalnya Pesib, malam mini pada menit ke 60 sudah mampu mencetak gool 2:0. Kita terlalu sering mencari kambing hitam, bukan menata ulang sistem. Padahal Nabi ﷺ telah bersabda: “Orang yang cerdas adalah yang mampu menilai dirinya sendiri dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Tirmidzi). Evaluasi diri, atau muhasabah, bukan tanda kelemahan, tetapi bukti kecerdasan moral. Di ruang publik kita kerap kehilangan semangat ini. Namun menariknya, di ruang kuliah justru muncul kisah kecil yang menyegarkan: mahasiswa yang belajar menegakkan disiplin bukan karena perintah, melainkan karena kesadaran.

Ketika Kelas Menjadi Cermin Perubahan

Dalam mata kuliah Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dan Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan pada pertemuan ketujuh, tingkat kepatuhan mahasiswa Kelas III/D dan Kelas III/A untuk mengunggah tugas di platform LMS awalnya hanya 13%. Sebagian merasa tak sempat, sebagian menunggu peringatan. Situasi ini mencerminkan kondisi umum: banyak sistem berjalan tanpa kesadaran reflektif.

Namun, setelah dilakukan pendekatan berbasis tutor sebaya dan refleksi bersama pada Sabtu lalu, hasilnya berubah drastis. Seluruh mahasiswa (100%) berhasil mengirim tugas tepat waktu pada pukul 15.18. Tak ada pengawasan langsung, tak ada ancaman nilai. Semua bekerja serempak, saling membantu, dan menyelesaikan tugas dengan rata-rata waktu satu menit per orang. Perubahan kecil ini menunjukkan betapa kuatnya efek muhasabah kolektif ketika evaluasi dilakukan bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk memperbaiki bersama.

Dari Kepatuhan ke Kesadaran

Kepatuhan sejati lahir bukan dari rasa takut, melainkan dari rasa memiliki. Mahasiswa yang patuh karena sadar akan tanggung jawabnya menunjukkan kedewasaan moral yang sebenarnya. Ketika sistem akademik didukung oleh kesadaran reflektif, kepatuhan berubah menjadi budaya, dan konsistensi menjadi karakter. Pelajaran pentingnya: sistem akan berjalan baik jika dihidupi oleh nilai. Dan nilai itu tumbuh dari kejujuran mengevaluasi diri baik bagi individu, kelompok, maupun institusi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.