Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026

VISI | Ketika Guru Diabaikan

ED
Senin, 12 Januari 2026 | 08:15 WIB
Bagikan
VISI | Ketika Guru Diabaikan

Tidak mengherankan bila hari ini kita bicara tentang “darurat adab”. Perilaku pejabat, dewan, dan sebagian pemimpin sering menjadi contoh yang jauh dari nilai keteladanan. Kata-kata kasar, kebijakan tanpa empati, dan sikap elitis dipertontonkan tanpa rasa bersalah. Ketika elite kehilangan adab, jangan salahkan jika rakyat ikut kehilangan arah.

Guru sejatinya adalah benteng terakhir adab bangsa. Namun benteng itu kini retak karena terus ditekan dari berbagai sisi. Tanpa perlindungan hukum, tanpa kepastian kesejahteraan, tanpa penghargaan yang layak, guru dipaksa bertahan dengan idealisme semata. Tidak semua mampu, dan itu sangat manusiawi.

Sudah saatnya negeri ini bercermin. Pendidikan tidak akan pernah kuat jika gurunya diabaikan. Kurikulum boleh berganti, teknologi boleh canggih, gedung sekolah boleh megah, tetapi jiwa pendidikan tetap bernama guru. Menguatkan pendidikan berarti memuliakan guru—secara moral, sosial, dan ekonomi.

Guru tidak meminta disanjung berlebihan. Mereka hanya ingin dilibatkan, dilindungi, dan dihargai secara adil. Mereka ingin ruang aman untuk mendidik, kepastian untuk mengabdi, dan pengakuan bahwa peran mereka bukan pelengkap, melainkan penentu masa depan bangsa.

Jika hari ini guru terus diabaikan, maka jangan heran jika esok negeri ini kehilangan arah. Sebab ketika cahaya diredupkan, kegelapan perlahan mengambil alih. Dan dalam kegelapan itu, kita semua akan meraba—bertanya-tanya—di mana letak kesalahan bermula?

Jawabannya sederhana: ia bermula ketika guru tidak lagi dimuliakan.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.