VISI | Jadi Jurnalis yang Generalis di Era AI

ED
Senin, 3 Juli 2023 | 17:45 WIB
Bagikan
VISI | Jadi Jurnalis yang Generalis di Era AI

Bagaimana tidak tertarik untuk menjadi "jurnalis", sekarang, kemudahan itu sebagian masih bisa, sebagian lagi sudah lebih ketat karena banjirnya "jurnalis". Kalian boleh saja melakukan apapun sepanjang tugas jurnalistik, tapi tidak boleh kaya!.

Boleh jadi, yang dimaksudkan ialah menggadaikan profesi, sehingga mempengaruhi kualitas hasil kinerja sebagai seorang jurnalis. Jurnalis adalah orang yang bisa luas silaturahminya, selama dia bekerja dengan baik dan disiplin pada aturan yang ada. Begitu penulis mencoba menyesuaikan poin-poin materi beliau, Kang Aep S. Abdullah.

Kegiatan pelatihan jurnalistik ini bertujuan mengajak generasi milenial untuk berani memulai dan mencoba menjadi jurnalis. Penulis merasakan betapa kehadiran teknologi tak pelak memberikan pengaruh sangat besar dalam kehidupan saat ini.

Dengan menjadi wartawan, pewarta, atau jurnalis tentu harus sadar diri, bila merujuk McLuhan bersama Quentin Fiore ; media pada setiap zamannya menjadi esensi masyarakat (Marshall McLuhan & Quentin Fiore, The Medium is the Massage, New York: Bantam Books, 1967).

Mereka mengatakan adanya empat era atau zaman (epoch) dalam sejarah media. Media berfungsi sebagai kepanjangan indra manusia pada masing-masing era; Era Kesukuan (Tribal), Era Tulisan (Literate), Era Cetak (Print), dan Era Elektronik.

Dari keempat era inilah, jurnalis atau wartawan ditenagai dalam proses pencarian menggali ide yang akan dituangkan dalam tulisan, (artikel berita, opini ataupun narasi cerita yang nanti juga akan di-audio visual-kan dengan kecanggihan teknologi AI (Artificial Intelligence). Adanya akulturasi perkembangan teknologi ini di Era Digital-Era AI akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi pertarungan opini, pemulihan wawasan yang dikemas secara visual. Fenomena belakangan ini yang berkaitan dengan 'dunia komunikasi' secara komprehensif dan rasional, dengan memanfaatkan beragam sudut pandang dan latar belakang secara adil untuk menilai sebuah fenomena. Rasanya akan sangat menyenangkan, kalau saya mampu memberikan energi positif untuk rekan-rekan muda milenial dan akhirnya mereka juga bisa mengikuti jejak yang saya ambil, jadi jurnalis yang generalis. Jurnalis yang santri. Santri yang jurnalis. Kalau istilah asbun (asal bunyi) saya, Salik "Santri Jurnalistik". ***

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.