VISI | Jabar Contemporary Dance Festival #4

ED
Jumat, 1 November 2024 | 05:13 WIB
Bagikan
VISI | Jabar Contemporary Dance Festival #4

Oleh Bambang Melga

JABAR Contemporary Dance Festival ini diwadahi oleh UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, yang dilaksanakan di Taman Budaya Jawa Barat. Kegiatan ini mengangkat tema "Tubuh Mencipta Peristiwa": Festival kali ini membahas bagaimana tubuh penari berfungsi sebagai alat ekspresi dalam tari tradisi dan kontemporer. Dalam tari tradisi, tubuh menciptakan peristiwa yang kaya akan makna budaya dan sejarah, menghubungkan penonton dengan warisan. Sebaliknya, tari kontemporer mengeksplorasi kebebasan gerak dan inovasi, menjadikan tubuh sebagai sarana untuk menyampaikan ide-ide baru dan tantangan terhadap norma. Keduanya menciptakan pengalaman yang mendalam dan beragam bagi penonton, menunjukkan kekuatan tubuh dalam menciptakan peristiwa yang bermakna diatas Panggung.

Dalam konteks kreativitas tari merujuk pada ide bahwa gerakan tubuh bukan hanya sekadar bentuk dan teknik, tetapi juga dapat menciptakan pengalaman dan perasaan yang mendalam. Dalam tari, tubuh menjadi medium yang mengekspresikan emosi, cerita, dan konsep.

Ketika penari bergerak, mereka menghasilkan fenomena visual dan emosional yang dapat mengubah persepsi penonton. Ini mencakup penggunaan ruang, ritme, dan interaksi dengan elemen lain seperti musik dan cahaya. Dengan demikian, kreativitas tari tidak hanya terletak pada gerakan itu sendiri, tetapi juga pada bagaimana tubuh menyampaikan makna dan menggugah imajinasi. Secara keseluruhan, konsep ini menekankan pentingnya hubungan antara tubuh, gerakan, dan pengalaman yang dihasilkan dalam seni tari.

Jabar Contemporary Dance Festival digagas oleh Dr. Alfiyanto, M.Sn, merupakan sebuah festival tari yang mengeksplorasi kekuatan tubuh sebagai alat ekspresi dalam ranah tari tradisional dan kontemporer. Dengan tema "Tubuh Mencipta Peristiwa," festival ini menyoroti dua pendekatan utama dalam seni tari, Tari Tradisional dan Tari Kontemporer. : Dalam konteks tari tradisi, tubuh tidak hanya bergerak secara estetis tetapi juga sarat akan makna budaya dan sejarah. Tubuh penari menjadi medium yang menghubungkan penonton dengan warisan budaya yang kaya. Gerakan yang digunakan menciptakan peristiwa yang penuh makna dan membawa penonton dalam nuansa budaya tertentu, memungkinkan mereka merasakan kedalaman sejarah yang terkandung dalam setiap tarian. Tari Kontemporer: Tari kontemporer di festival ini lebih fokus pada kebebasan ekspresi dan inovasi gerak. Di sini, tubuh menjadi alat untuk menyampaikan ide-ide baru dan menantang norma. Dalam tari kontemporer, tidak ada batasan yang mengikat, sehingga gerak tubuh bisa menjadi sarana eksplorasi untuk mengungkapkan perasaan dan ide-ide kreatif yang berbeda dari tradisi. Festival ini menekankan bahwa dalam tari, kreativitas tidak hanya tercermin dari gerakan fisik semata, tetapi juga dari pengalaman emosional dan intelektual yang dihasilkan.

Tubuh menjadi medium ekspresi yang menyampaikan cerita, emosi, dan konsep kepada penonton, menciptakan pengalaman visual dan emosional yang mendalam. Dalam pelaksanaannya, festival ini tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga memanfaatkan elemen lain seperti musik, cahaya, dan ruang untuk memperkaya pengalaman menonton. Hal ini menjadikan festival tersebut sebagai ajang untuk mengapresiasi seni tari sebagai bentuk seni yang mendalam dan bermakna.

Jabar Contemporary Dance Festival yang digagas oleh Dr. Alfiyanto ini, sebuah untuk mengaktualisasikan emosi menjadi ekspresi dengan menampilkan karya seni tari dengan pola garap tari kontemporer Dalam festival ini, beliau mengarahkan dan merancang konsep acara yang menyoroti bagaimana tubuh berfungsi sebagai alat ekspresi. Dr. Alfiyanto memberi penekanan pada festival ini pada cara tubuh menciptakan peristiwa yang memiliki makna di atas panggung, merancang acara yang tidak hanya menampilkan keindahan gerak tetapi juga memberikan pengalaman yang mendalam bagi penonton.

Sebagai penggagas, Dr. Alfiyanto memastikan bahwa festival ini membawa visi untuk menghubungkan penonton dengan makna budaya, sejarah, dan ekspresi inovatif. Dalam kegiatan ini beliau mendorong 11 orang koreografer untuk memberi penguatan unsur budaya dan nilai-nilai. ia mendukung kebebasan gerak dan inovasi.

Selain itu, beliau mengoordinasikan penggunaan elemen pendukung seperti musik, cahaya, dan ruang untuk memperkaya pengalaman estetika dan emosional penonton, sehingga tercipta sebuah acara yang mampu menginspirasi dan menggugah imajinasi.

Melalui perannya, Dr. Alfiyanto tidak hanya berkontribusi dalam menghadirkan pertunjukan tari, tetapi juga membangun pemahaman dan apresiasi yang lebih mendalam terhadap seni tari di kalangan masyarakat, menjadikan festival ini sebagai wadah penting bagi kreativitas dan ekspresi seni di Jawa Barat.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, tanggal 12 November 2024 dengan kegiatan workshop Tubuh Tari oleh Hari Gulur, dan tanggal 13 November 2024 pada jam 9.00 – 12.00 acara diskusi yang membahas tentang metode penciptaan tari “Relasi Artistik” oleh Dr. Alfiyanto, M.Sn, dan pada jam 14.30 pertunjukan sesi perta dimulai dengan menampilkan 6 karya tari.

Pertunjukan sesi ke dua dimulai pada jam 19.00 Wib dengan penampilkan 4 karya tari. 11 koreografer yang akan menampilkan karya tarinya dalam Jabar Contemporary Dance Festival #4 ini adalah: Hari Gulur (Surabaya), Beny Krisnawardi (Jakarta), Ela Mutiara (Sukabumi), Neng Peking (Ciamis), Antari Dewi Ranjani (Bandung), Rifa Rasidah (Kab. Bandung), Habi Munazar (Kab. Bandung), Deden Absurd (Sumedang), Arbi Nuralamsyah (Sukabumi), Iman Faturohman (SMKN 10 Bandung), Alfiyanto (Bandung).

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.