Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

VISI | Isomorphic Mimicry

ED
Jumat, 31 Oktober 2025 | 04:35 WIB
Bagikan
VISI | Isomorphic Mimicry

Oleh Drajat

BERKARAKTER adalah kata kunci bagi siapa pun yang ingin mencapai kesuksesan sejati. Dalam dunia pendidikan, kata ini bahkan menjadi “kitab wajib” yang seharusnya menjiwai setiap gerak dan keputusan. Namun, belakangan makna karakter semakin kabur. Banyak yang sukses secara tampilan, tapi hancur dalam nilai. Banyak yang pandai membuat pencitraan, namun kosong dalam keteladanan.

Fenomena ini tak hanya terjadi di kalangan individu, tapi juga pada lembaga dan para pemimpin — terutama pemimpin pendidikan dan pemerintahan daerah. Merekalah seharusnya menjadi panutan dalam membangun karakter bangsa, namun tak jarang justru terjebak dalam ilusi pencitraan yang memukau di luar, tapi rapuh di dalam. Dalam bahasa ilmu sosial, fenomena ini dikenal sebagai Isomorphic Mimicry — istilah yang diperkenalkan oleh Lant Pritchett dan Michael Woolcock dari Harvard University. Secara sederhana, istilah ini menggambarkan perilaku lembaga atau individu yang “meniru bentuk” institusi atau praktik baik dari luar, tanpa benar-benar memahami atau menginternalisasi substansinya.

Bentuknya bisa sangat beragam. Bangunan sekolah megah berdiri di setiap sudut kota, tapi di dalamnya para guru kehilangan semangat dan peserta didik hanya mengejar nilai, bukan makna. Gedung dinas pendidikan tampil modern, tapi ruang rapatnya dipenuhi laporan formalitas. Para pejabat sibuk dengan jargon dan spanduk, tapi miskin sentuhan kemanusiaan.

Tak jarang, kepala daerah berlomba-lomba menghias wilayahnya dengan taman tematik, mural inspiratif, atau monumen pendidikan, seolah itu menjadi simbol kemajuan. Namun, di balik itu semua, masih ada sekolah yang kesulitan air bersih, laboratorium yang hanya menjadi gudang, dan siswa yang putus sekolah karena tak mampu membeli seragam.

Inilah bentuk nyata isomorphic mimicry: tampak berfungsi dari luar, tetapi kehilangan jiwa di dalam. Sistem yang seharusnya hidup untuk melayani manusia berubah menjadi panggung pencitraan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.