VISI | Indonesia dan Kemerdekaan yang Masih Diperdebatkan
Tak hanya itu, banyak arsip penting tersimpan di Leiden. Dari naskah Wali Songo, catatan teknologi logam, hingga dokumen kerajaan Nusantara. Semua tersandera di luar negeri, membuat kita kehilangan jejak kemampuan teknis dan intelektual masa lalu.
Strategi adu domba pun terus dimainkan. Kisah perang Bubat, naskah Darmogandul, hingga Babad Kediri — sebagian diyakini sengaja dipoles untuk memecah belah Sunda dan Jawa. Hasilnya, sentimen antar etnis masih terasa hingga sekarang.
Sementara itu, kita larut dalam konflik internal. Di balik layar, bekas penjajah mempertahankan pengaruhnya melalui jalur ekonomi, pendidikan, media, dan politik. Banyak kebijakan strategis nasional yang diam-diam seirama dengan kepentingan mereka.
Jadi, apakah mereka sudah ikhlas melepas Indonesia? Jawabannya, indikasi di lapangan berkata: tidak. Mereka tak lagi membawa kapal perang, tapi datang dengan beasiswa, kontrak dagang, dan pinjaman luar negeri yang mengikat. Senjatanya bukan peluru, melainkan regulasi.
Kemerdekaan sejati adalah ketika arah bangsa ini kita tentukan sendiri. Selama sejarah kita ditulis orang lain, kebijakan kita diarahkan pihak lain, dan identitas kita diukur dengan standar orang lain, maka kita hanyalah bangsa merdeka di atas kertas.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!