VISI | Ekonomi Pesantren: Peluang & Tantangan

ED
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 09:25 WIB
Bagikan
VISI | Ekonomi Pesantren: Peluang & Tantangan

Oleh Nuslih Jamiat

PESANTREN sekarang berada di persimpangan peluang dan tantangan yang besar. Menurut data Kementerian Agama semester ganjil 2023/2024, jumlah pesantren yang tercatat mencapai 39.551 lembaga dengan sekitar 4,9 juta santri secara nasional. Kementerian Agama Di antara jumlah itu, program Kemandirian Pesantren telah menjangkau sekitar 3.600 pesantren sebagai penerima program, sementara target awal pemerintah adalah menjangkau 5.000 pesantren. Kementerian Agama Fakta ini menunjukkan bahwa masih banyak pesantren yang belum menikmati akses nyata ke pemberdayaan ekonomi, sekaligus memberikan ruang besar bagi perluasan program berbasis nilai.

Dalam lanskap kebutuhan saat ini, peluang untuk pengembangan ekonomi pesantren sangat luas. Kebutuhan masyarakat terhadap produk halal, gaya hidup islami, dan konsumsi yang beretika makin meningkat—ini membuka ruang agar pesantren tidak hanya menjadi konsumen produk syariah, tetapi juga produsen dan distributor. Di sisi lain, pesantren memiliki aset sosial dan jaringan komunitas yang kuat, modal budaya yang sulit ditiru, dan kedekatan dengan akar masyarakat, yang bisa menjadi landasan bagi pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Namun, tantangan nyata juga tak sedikit. Banyak pesantren belum memiliki kapasitas manajemen keuangan, sistem pencatatan bisnis, atau strategi akses pasar. Akses ke modal juga sering terhambat oleh persyaratan lembaga keuangan formal. Selain itu, transformasi digital masih terkendala infrastruktur dan tingkat literasi digital di banyak pesantren. Semua itu menghadirkan jurang yang perlu dijembatani dengan program pendampingan intensif dan sumber daya yang memadai.

Dalam konteks itu, CoE MSME Halal Telkom University hadir sebagai mediator sekaligus aktor pendukung. Dengan tenaga ahli yang menguasai aspek manajerial, digitalisasi, pemasaran halal, dan inovasi bisnis, CoE membuka pintu kolaborasi lintas stakeholder. Kami mengajak pemerintah daerah, perbankan syariah, lembaga CSR perusahaan, dan media untuk bersama-sama membangun ekosistem yang mendukung pemberdayaan ekonomi pesantren di setiap kota dan kabupaten.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.