VISI | Ekonomi Pesantren: Peluang & Tantangan

ED
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 09:25 WIB
Bagikan
VISI | Ekonomi Pesantren: Peluang & Tantangan

Beberapa inisiatif nyata sudah berjalan. Misalnya, BAZNAS RI meluncurkan program Zmart Pesantren di Magelang pada pertengahan 2025—dengan target 20 mini market di lingkungan pesantren, dan dukungan modal sebes ar Rp 500 juta. Beritabanten.com Di tingkat kebijakan, Menko Pangan pada September 2025 meminta agar pesantren ikut memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di sektor pangan, pertanian, dan pangan lokal. ANTARA News Jawa Timur Ini memberi sinyal bahwa pintu dukungan kebijakan semakin terbuka.

Namun agar peluang itu tidak menjadi harapan kosong, kita harus menyusun strategi bersama. Pemilihan model usaha yang relevan dengan kontekstual lokal, pendampingan jangka panjang, kolaborasi dengan perbankan syariah agar produk pembiayaan mudah diakses, serta publikasi media secara massif agar keberhasilan pesantren diketahui publik—semua itu harus berjalan beriringan. Di sinilah peran CoE semakin krusial sebagai motor koordinasi, penjamin mutu pendampingan, dan pemersatu jejaring pemberdayaan.

Pemberdayaan ekonomi pesantren adalah panggilan moral untuk menyatukan potensi spiritual dan ekonomi dalam satu harmoni. Ketika kita membuka ruang kolaboratif yang nyata dan saling menguatkan, pesantren akan berubah dari lembaga yang “bertahan” menjadi lembaga yang tumbuh, mandiri, dan berkontribusi bagi kesejahteraan umat. Bersama, kita bisa mewujudkan pesantren sebagai pusat peradaban yang produktif dan bermakna.***

  • Nuslih Jamiat, S.E., M.M., Dosen Telkom University. 
  • Center of Excellence for MSME Halal, Telkom University. 

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.