VISI | Efek Streisand

ED
Selasa, 25 Februari 2025 | 05:30 WIB
Bagikan
VISI | Efek Streisand

Oleh Aep S. Abdullah

PERMINTAAN maaf Band punk new wave asal Purbalingga, Sukatani tengah menjadi sorotan karena lagu berjudul "Bayar Bayar Bayar" dari album "Gelap Gempita" kepada Kapolri memicu efek Streisand. Bukannya meredam kontroversi, tindakan tersebut malah membuat lagu ini semakin viral dan menarik perhatian lebih banyak orang.

Fenomena efek Streisand terjadi ketika upaya untuk menutupi atau menyensor informasi malah membuatnya tersebar lebih luas (Wikipedia). Dalam kasus ini, pernyataan maaf dan pembukaan balaclava oleh personel band justru menarik perhatian publik terhadap isi lagu mereka yang sebelumnya mungkin hanya dikenal di kalangan terbatas.

Terlebih lagu ini secara resmi disampaikan oleh kedua personil Band Sukatani Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy) dan Novi Citra Indriyati (Twister Angel) sudah dihapus dari profil resminya di beberapa platform streaming populer, seperti Spotify, YouTube, dan Apple Music.

Permintaan maaf ke Kapolri dan informasi dihapusnya lagu tersebut membuat Netizen ramai berusaha mencari dan saling membagikan video lagu 'Bayar, Bayar, Bayar'. Sehingga jagat media sosial ramai oleh kemunculan lagu itu disertai ragam tanggapan, sindiran, dan membuat kedua personil grup band punk itu lebih dikenal masyarakat luas.

Dari lirik lagu 'Bayar, Bayar, Bayar' yang banyak muncul di medsos isinya mengkritik praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum polisi, terutama dalam konteks pungutan liar dan penyalahgunaan wewenang.

Sebelum adanya video permintaan maaf, lagu ini hanya didengarkan oleh komunitas musik bawah tanah. Namun, setelah polemik ini mencuat, lagu tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Publik merespons kontroversi ini dengan beragam pandangan. Sebagian mengkritik tindakan kedua personil ban yang minta maaf itu dianggap melemahkan semangat kritik terhadap ketidakadilan, sementara yang lain memahami bahwa mereka mungkin menghadapi tekanan tertentu untuk meminta maaf. Seperti yang disampaikan Sufi, crew band Sukatani seusai manggung di Gedung Korpri, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (23/2/2024), bahwa kedua personil band ini tengah melakukan recovery mental sehingga belum bisa memberikan keterangan kepada media. Namun, yang pasti, kontroversi ini justru memperkenalkan lagu mereka kepada audiens yang lebih luas.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.