Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026 Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026

VISI | Dzikir

ED
Jumat, 11 Juli 2025 | 04:32 WIB
Bagikan
VISI | Dzikir

Oleh Aep S. Abdullah

DZIKIR, dalam bahasa Arab berarti "mengingat", namun dalam Islam ia bukan sekadar mengingat secara biasa. Dzikir adalah aktivitas hati dan lisan yang menjadi pintu menuju kesadaran tertinggi: bahwa Allah selalu hadir dalam setiap detik kehidupan kita. Di tengah kesibukan dunia yang semakin bising, dzikir adalah oase ketenangan, benteng ruhani yang menjaga hati tetap hidup.

Ada satu kisah hikmah dari seorang ulama besar, Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Suatu hari, seorang murid bertanya, “Wahai Syekh, amalan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Dzikir yang dilakukan terus-menerus, meski kamu dalam keadaan sibuk.” Murid itu keheranan, “Bahkan ketika berdagang atau bekerja?” Sang Syekh mengangguk, “Ya, sebab orang yang lisannya basah dengan dzikir, hatinya tidak akan pernah kosong dari Allah.”

Para ulama terdahulu tidak pernah memisahkan dzikir dari keseharian. KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, setiap selesai salat wajib, selalu berlama-lama dalam dzikir. Konon, sebelum fajar menyingsing, beliau sudah terdengar berdzikir dengan lembut di langgar kecil pesantren, menyebut Laa ilaaha illallah dengan penuh kekhusyukan.

Bagi mereka, dzikir bukan sekadar rutinitas ritual, tapi jalan hidup. Al-Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa dzikir adalah makanan ruhani. Jika tubuh butuh makan dan minum, maka hati butuh dzikir agar tidak mati. “Hati yang kering dari dzikir ibarat rumah kosong yang gelap,” tulisnya.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41–42). Ayat ini menjadi dasar bahwa dzikir tidak dibatasi oleh waktu dan tempat.

Rasulullah SAW pun memberikan contoh langsung. Beliau tidak pernah duduk atau berdiri, makan atau minum, kecuali menyebut nama Allah. Bahkan dalam kondisi sulit sekalipun, seperti di medan perang, lidah Nabi SAW tetap basah dengan dzikir. Ini mengajarkan kita bahwa dzikir adalah nafas orang beriman.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.