VISI | Dulu Pahlawan Berjuang dengan Raga, Apa Bekal Kita Hari Ini?
Jika dahulu pahlawan mempertaruhkan raga, maka hari ini kita mempertaruhkan integritas, keilmuan, dan karakter untuk menjaga masa depan bangsa. Dalam hadisnya, Rasulullah SAW menegaskan: “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.”
Ini adalah penegasan bahwa kemenangan terbesar bukanlah mengalahkan musuh di luar diri, tetapi mengalahkan kelemahan dalam diri sendiri. Jihad modern adalah jihad karakter jihad melawan kebiasaan buruk, ketidakjujuran, kemalasan, dan segala hal yang merusak tatanan sosial.
Karena itu, jihad hari ini tidak membutuhkan bambu runcing. Jihad hari ini membutuhkan seseorang yang berani berkata jujur ketika semua orang memilih diam. Membutuhkan mahasiswa yang tekun belajar dan tidak menyontek. Membutuhkan guru yang mengajar dengan integritas, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Membutuhkan pejabat yang menahan diri dari korupsi ketika kesempatan terbuka begitu lebar. Membutuhkan profesional muda yang bekerja dengan kemampuan terbaiknya, bukan sekadar mengejar posisi.
Jihad modern juga berarti membangun bangsa dengan karya baik riset yang bermanfaat, usaha kecil yang jujur, inovasi teknologi, pelayanan publik yang amanah, dan kepedulian sosial yang tulus. Setiap karya yang membawa manfaat adalah bagian dari perjuangan. Namun jihad modern yang paling penting adalah merawat persatuan. Para pahlawan dulu tidak menanyakan suku atau latar sosial; mereka satu tujuan: Indonesia merdeka. Hari ini, kita diuji apakah kita mampu menjaga ruang digital dari kebencian, fitnah, atau polarisasi politik. Kita diuji apakah kita mampu membangun dialog, bukan hanya perdebatan kosong. Di era keterbelahan, menjaga persatuan adalah jihad yang sangat mulia.
Dari semua itu, satu pertanyaan kembali muncul: apa bekal jihad kita hari ini?
Jawabannya sederhana dan sekaligus berat: iman yang kokoh, ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, dan integritas yang tak mudah dibeli. Jika setiap dari kita membawa empat bekal itu, maka kita bukan hanya mengenang pahlawan kita sedang melanjutkan perjuangan mereka. Karena pahlawan tidak hanya hadir di medan perang; pahlawan hadir di ruang kelas, kantor, jalanan, ruang digital, dan di setiap tindakan kecil yang membawa manfaat. Bangsa ini masih membutuhkan pahlawan. Dan bisa jadi, pahlawan berikutnya adalah kita jika kita berani menjalankan jihad modern itu dengan sungguh-sungguh. Wallahu'alam.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!