VISI | Bulan Introspeksi
Oleh Aep S Abdullah
INDONESIA, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, masih menghadapi tantangan besar dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Meskipun Islam menjadi agama mayoritas, pelaksanaan ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan masih belum maksimal. Korupsi masih meraja lela, kebohongan publik dianggap biasa, dan perilaku buruk lainnya yang jauh dari nilai-nilai ajaran Islam.
Seorang guru besar politik dan bisnis internasional di Universitas George Washington, Hossein Askari, pernah melakukan sebuah penelitian unik untuk mencari tahu negara mana yang paling Islami dalam penerapan nilai-nilai Islam. Penelitian ini mencakup 208 negara dan hasilnya cukup mengejutkan.
Dari penelitian tersebut, negara-negara yang paling mencerminkan nilai-nilai Islam justru bukan negara Muslim. Lima negara teratas adalah Irlandia, Denmark, Luksemburg, Selandia Baru, dan Swedia. Negara-negara seperti Singapura, Finlandia, Norwegia, dan Belgia juga termasuk dalam daftar negara yang menerapkan nilai-nilai Islam secara nyata.
Sebaliknya, negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim justru menempati peringkat yang lebih rendah. Arab Saudi nomor ke-91 dan Indonesia sendiri di urutan ke-104, Mesir tambah hancur lagi yaitu di nomor ke-128, Irak dan Suriah (ISIS) masing-masing di urutan ke-148 dan 168. Malaysia berada di posisi ke-33, Kuwait di peringkat ke-48, Qatar di peringkat ke-111.
Malah negara-negara seperti Amerika berada di posisi ke-15 bersama Belanda, dan Israel berada di urutan ke-17.
Hal ini menunjukkan bahwa label "negara Islam" tidak selalu sejalan dengan implementasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan dan tata kelola pemerintahan.
Dalam Al-Qur’an, Allah telah memberikan pedoman yang jelas bagi umat Islam agar mereka menjalani kehidupan dengan berpegang teguh pada ajaran-Nya. Salah satu ayat yang menegaskan hal ini adalah Surah Al-Baqarah (2:2): "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!