VISI | Berjamaah di Mesjid
Sayangnya, fenomena masjid yang sepi jamaah dengan mayoritas muslim, menjadi ironi tersendiri. Tak sedikit mesjid yang sudah tak terdengar lagi suara adzan. Tak pernah lagi ada salat berjamaah. Yang agak mendingan, mesjid yang jemaahnya terus menyusut. Salat Subuh hanya empat orang tua. Maghrib kurang satu shaf. Salat wajib lainnya hanya dua tiga orang jemaah itu-itu saja.
Survei kecil-kecilan menunjukkan bahwa salah satu penyebabnya adalah kurangnya peran imam dan pengurus masjid sebagai pemimpin yang mengayomi seluruh umat. Masjid seharusnya menjadi rumah bagi semua golongan, tanpa memandang perbedaan paham atau aliran.
Masjid yang hanya mengakomodasi satu kelompok tertentu, terutama di lingkungan yang mayoritas berbeda pahamnya atau lingkungan yang heterogen, lambat laun akan ditinggalkan. Jemaah mencari tempat yang lebih inklusif, di mana mereka merasa diterima dan dihargai. Pemimpin masjid yang hanya ingin dihormati tanpa menghormati jemaahnya, yang hanya ingin didengar tanpa mau mendengar aspirasi mereka, akan kehilangan kepercayaan umat.
Selain itu, masjid juga harus steril dari kepentingan politik praktis. Ketika mimbar masjid digunakan sebagai ajang menyerang tokoh politik atau menyebarkan ideologi tertentu, esensi masjid sebagai rumah ibadah yang netral akan tercoreng. Jemaah yang memiliki pandangan politik berbeda akan merasa tidak nyaman dan menjauh.
Kunci kemakmuran sebuah masjid terletak pada ketulusan pengurusnya dalam melayani semua umat. Ketika masjid dikelola dengan ikhlas karena Allah semata, rahmat-Nya akan turun. Masjid akan ramai dengan jemaah, kegiatan pendidikan seperti majelis taklim dan TPA akan berjalan aktif, dan bahkan potensi ekonomi umat melalui koperasi atau BMT masjid bisa berkembang pesat.
Di beberapa daerah, masjid bahkan ada yang bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi jemaahnya. Mesjid menjadi solusi korban PHK. Ide-ide kreatif seperti menjadi agen penjualan daring produk sesama jemaah atau menjadi reseller produk halal tumbuh subur di lingkungan masjid. Ini membuktikan bahwa masjid yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!