Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

VISI | Amnesia Pemimpin

Desi Rossilawati
Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:11 WIB
Bagikan
VISI | Amnesia Pemimpin

Kedua, bangun budaya evaluasi yang jujur. Seorang pemimpin memerlukan tim yang berani menyampaikan kenyataan, bukan hanya kabar yang menyenangkan.

Ketiga, biasakan kembali kepada masyarakat. Mendengar langsung suara warga sering kali menjadi pengingat paling kuat tentang tujuan awal sebuah kepemimpinan.

Keempat, perkuat pendidikan karakter sejak dini. Anak-anak perlu melihat bahwa integritas bukan hanya diajarkan di buku, tetapi juga dicontohkan oleh orang-orang dewasa.

Guru sebagai Penjaga Ingatan Bangsa

Mengapa penulis tetap optimistis? Karena setiap hari masih ada guru yang mengingatkan murid-muridnya tentang arti kejujuran. Masih ada orang tua yang mengajarkan anaknya menepati janji. Masih ada masyarakat yang percaya bahwa kebaikan tidak pernah sia-sia.

Guru mungkin tidak memegang kekuasaan besar. Tetapi guru memegang sesuatu yang jauh lebih penting: masa depan. Di ruang kelas, guru sedang menanam benih-benih integritas yang kelak tumbuh menjadi pemimpin, ilmuwan, pengusaha, petani, tenaga kesehatan, aparat, dan warga negara yang bertanggung jawab.

Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang tidak pernah melakukan kesalahan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau belajar dari kesalahannya. Itulah makna sejarah. Itulah makna "JASMERAH". Jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Dan jangan pula melupakan janji yang pernah diucapkan. Karena setiap janji adalah utang moral. Setiap amanah adalah titipan. Setiap jabatan memiliki batas waktu. Tetapi nama baik dan integritas akan dikenang jauh lebih lama daripada masa jabatan itu sendiri. Sebagai guru, penulis tetap percaya bahwa harapan bangsa ini belum padam. Selama masih ada anak-anak yang belajar berkata jujur. Selama masih ada orang tua yang mendidik dengan kasih sayang. Selama masih ada guru yang menanamkan nilai-nilai kebaikan. Dan selama para pemimpin bersedia terus mengingat bahwa kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk melayani.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.