VISI | 383 dengan 313 Award

ED
Sabtu, 20 April 2024 | 06:52 WIB
Bagikan
VISI | 383 dengan 313 Award

Oleh Aep S. Abdullah

Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.

Abu Bakar Sidiq

PAHLAWAN, kata Rasulullah, bukanlah orang yang berani meletakkan pedangnya ke pundak lawan, melainkan orang yang sanggup menguasai dirinya di kala ia marah.

Ungkapan ini muncul kembali dalam pikiran saya setelah beberapa kali bertemu Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna pada momen yang seharusnya dia marah, tapi tidak melakukannya. Ketika dia banyak mendapat serangan fitnah, dibully, bahkan dicaci, bisa dilewatinya dengan tabah dan tersenyum, tidak membalasnya. Ia matang sekali secara emosional dalam menghadapi beragam masalah yang menderanya.

"Kenapa tidak melakukan serangan balik kang?," tanya saya suatu ketika berada di ruang kerjanya.

"Ah, saya pasrahkan saja semuanya pada Alloh. Fabiayyi a'la irobbikuma tukadziban (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan)," ujarnya sambil tersenyum.

Fokusnya, nampaknya bekerja, bekerja dan bekerja. Ia selesaikan dengan terukur satu-satu persoalan yang merintangi rencana kerjanya. Dan, satu persatu janji politiknya yang tertuang dalam 13 program prioritas ia wujudkan. Banyak yang meragukan ia bisa menepati janji politiknya itu, namun tidak sampai tiga tahun ia bisa membuktikan janji politiknya. Ia bisa bekerja lebih dari 16 jam dan tidur hanya 2-3 jam saja. Dalam satu hari ia biasa melakukan pekerjaan sampai di tujuh titik yang harus dikunjungi.

***

Sejak menjabat sebagai Bupati Bandung pada April 2021, pria asal Desa Tegalluar yang biasa disapa Kang DS ini berkomitmen untuk fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung. Visinya, mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahetara (BEDAS).

Diantara 13 program prioritas ia buktikan bisa memberdayakan para ustad dan ustadzah melalui program insentif bagi guru ngaji berikut BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Setiap guru ngaji di Kabupaten Bandung mendapatkan insentif sebesar Rp 534.800. dengan rincian insentif yang diterima sebesar Rp 350.000 dan sisanya untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Program ini mendororong peningkatan kualitas SDM yang berakhlakul karimah.

Juga ada pinjaman modal bergulir non riba dan tanpa jaminan, melalui Bank BPR Kerta Raharja dan Bank Bjb. Melalui program ini masyarakat bisa memanfaatkan pinjaman sebesar Rp. 2 juta.

Semua Linmas, RT, RW, PKK dan Pemerintahan Desa serta BPD (Badan Permusyawaratan Desa) di Kabupaten Bandung juga merasakan peningkatan insentif berikut BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kenaikan sebesar 100 persen.

Dalam bidang pendidikan menonjol sekali upaya peningkatan HLS (harapan lama sekolah) melalui program Besti (Beasiswa ti bupati) untuk anak-anak Hafidz Al-Quran dan pelajar berprestasi. Penerapan tiga muatan lokal pendidikan untuk TK, SD dan SMP, yaitu pendidikan Pancasila dan UUD 1945, bahasa Sunda dan budaya lokal, mengaji serta menghafal Al- Quran. Di bawah kepemimpinannya Pemkab Bandung juga melakukan penambahan 28 unit SMP dan mengajukan 22 unit SMA baru ke Pemprov Jabar.

Di bidang kesehatan, telah membangun lima rumah sakit daerah, yakni RSUD Cimaung, RSUD Kertasari, RSUD Banjaran, RSUD Pacira dan RSUD Tegalluar untuk memperluas cakupan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebanyak 7.000 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) dibangun setiap tahunnya untuk memberikan tempat tinggal yang layak untuk masyarakat kurang mampu.

Dan masih banyak lagi.

Sehingga, ketika Kota Bandung dalam satu tahun hanya meraih 67 penghargaan, Kabupaten Bandung mampu meraih lebih 200 penghargaan. Dan, sekarang sudah 313 penghargaan yang diraih Pemkab Bandung. Meski pontang panting mengikuti irama kerja bupatinya, organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bandung, mulai terbiasa dengan budaya kerja berprestasi.

***

Namun tentu bupati juga bukan Malaikat, yang bisa langsung menyelesaikan semua persoalan di Kabupaten Bandung. Namun ia buktikan dengan bekerja total seluruh kemampuan yang dimilikinya.

Masih ada kekurangan yang menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan apabila masyarakat Kabupaten Bandung memilihnya untuk periode berikutnya. Terutama dalam mengangkat pejabat yang selain punya PDLT-nya bagus, kompeten, juga punya etos kerja yang lebih bergairah untuk berprestasi di bidangnya. Pejabat yang banyak inovasi dan bisa berkolaborasi dengan potensi-potensi yang ada di masyarakat. Pejabat yang juga bisa dekat dengan semua elemen yang ada di masyarakat, sehingga bisa mengurangi beban kerja bupati. Antisipatif terhadap persoalan yang bakal muncul.

Bukan pejabat yang asal bupati senang (ABS).

Wallahu'alam

Selamat Hari Jadi ke-383 Kabupaten Bandung, semoga senantiasa ada dalam berkah dan lindunganNya. Amin YRA.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.