Viral Oknum Wartawan di Sukabumi Ngamuk, Kepsek Sebut Kerap Minta Uang ke Sekolah
Seorang oknum yang mengaku wartawan mengamuk di SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/8/2026)./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Seorang oknum wartawan berinisial AS mengamuk di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Pria tersebut membentak dan menunjuk-nunjuk guru karena permintaan uangnya tidak dituruti pihak sekolah.
Peristiwa yang viral di media sosial itu terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukaraja 2 pada Senin (31/8/2026), saat aktivitas belajar mengajar berlangsung.
Dalam video yang beredar, oknum wartawan tersebut terlihat berbicara dengan nada tinggi sembari menunjuk-nunjuk guru yang berada di hadapannya di dalam ruang guru. Suaranya bahkan terdengar hingga ke luar ruangan, sehingga membuat sejumlah siswa dan orang tua murid yang berada di lingkungan sekolah terkejut.
Dalam video lainnya, pria tersebut tampak meluapkan kemarahannya kepada seorang guru. Ia kemudian merebut handphone milik guru yang digunakan untuk merekam kejadian tersebut.
Kepala SDN Sukaraja 2, Siti Julaeha, mengatakan oknum wartawan tersebut mengamuk karena permintaan uang langganan media tidak dapat dipenuhi pihak sekolah. Saat itu, Siti mengaku tidak membawa uang karena dompetnya tertinggal. Ia hanya memiliki uang Rp20 ribu di kantong. Kondisi serupa juga dialami para guru yang saat itu tidak membawa uang.
“Dia minta uang bulanan yang bulan September. Karena kan kita belum mengambil uang BOS, kita bilang 'besok aja' gitu. Tapi dia tetap kukuh dengan alasan buat berobat anaknya. Tapi kan kami memang ditanya guru-guru tidak ada yang bawa uang. Kebetulan saya juga ketinggalan dompet, cuma membawa uang Rp20 ribu,” kata Siti.
Menurut Siti, uang yang diminta oleh oknum wartawan tersebut merupakan uang langganan media sebesar Rp100 ribu yang kerap ditagih setiap bulan. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi pihak sekolah hingga akhirnya oknum wartawan tersebut meradang.
Siti menuturkan, di luar permintaan uang dengan dalih langganan media, oknum wartawan tersebut juga kerap meminta uang kepada pihak sekolah dengan berbagai alasan. Namun, pihak sekolah mengaku tidak pernah memberikan uang yang diminta.
“Terus kadang di luar itu sering meminta uang, dengan berbagai alasan, minta anting buat anaknya lah, gitu. Kadang orang tuanya misalnya mau 40 hari atau haul orang tuanya, atau misalnya dia mau hajat, gitu. Tapi kita tidak pernah memberi,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!