Viral Kontras dengan Dapur MBG, SDN II Gandawesi Kini Direvitalisasi
Bangunan sekolah SDN Gandawesi II yang disorot publik karena jomplang dengan dapur MBG./visi.news/ist.
VISI.NEWS - SDN II Gandawesi di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, mulai menjalani proses revitalisasi setelah sebelumnya menjadi perhatian publik karena kondisi bangunan sekolah yang terlihat kontras dengan bangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di sebelahnya.
Sebelumnya, bangunan dapur MBG tampak lebih baru dan megah dibandingkan kondisi sekolah yang mengalami sejumlah kerusakan. Perbedaan kondisi fasilitas tersebut kemudian ramai diperbincangkan hingga muncul istilah sekolah "kalah glowing" dari dapur MBG.
Kini, kondisi SDN II Gandawesi mulai mengalami perubahan. Sejumlah pekerja bersama personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) terlihat melakukan perbaikan pada sejumlah bagian bangunan sekolah. Material pembangunan juga mulai memenuhi area sekolah sebagai tanda dimulainya proses revitalisasi.
Kepala SDN II Gandawesi Nina Sofia Agustina menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program perbaikan sekolah tersebut.
"Terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat, khususnya para pejabat serta seluruh personel Lanud Sugiri Sukani yang selalu membersamai kami dalam rangka revitalisasi jenjang Sekolah Dasar," kata Nina dalam keterangannya dikutip, Jumat (10/7/2026).
Nina menjelaskan, revitalisasi sekolah tersebut merupakan program Kementerian Pendidikan yang pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Seluruh anggaran pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari APBN melalui Kementerian Pendidikan. Nilai kegiatan yang tertera dalam pagu sebesar Rp1.382.362.536 dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kerja," ujarnya.
Menurut Nina, proses pembangunan dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang dibentuk oleh pihak sekolah bersama komite. Perbaikan mencakup sejumlah fasilitas utama sekolah.
"Ruang lingkup pekerjaannya meliputi rehabilitasi total enam ruang kelas dari kelas 1 sampai kelas 6, ruang administrasi, rehabilitasi dan pembangunan toilet baru, penataan halaman sekolah, hingga perbaikan pagar," ungkapnya.
Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Para siswa sementara mengikuti pembelajaran di bangunan milik yayasan pesantren yang berada di sekitar sekolah.
"Sebelum pelaksanaan dimulai kami sudah berkoordinasi dengan komite dan masyarakat. Akhirnya kegiatan belajar dipindahkan ke bangunan pesantren. Di sana ada ruang-ruang yang biasa dipakai mengaji sehingga bisa digunakan untuk KBM," jelasnya.
Saat ini, jumlah siswa SDN II Gandawesi tercatat sebanyak 95 orang. Jumlah tersebut setelah 21 siswa kelas VI lulus dan 13 siswa baru masuk pada tahun ajaran baru.
"Untuk kantor administrasi juga sudah difasilitasi oleh orang tua murid dengan menyediakan satu ruangan sementara," tambah Nina.
TNI AU Bantu Proses Revitalisasi
Komandan Lanud Sugiri Sukani (Danlanud SKI) Majalengka Letkol Pnb Yudisthira mengatakan, revitalisasi SDN II Gandawesi dilakukan di atas lahan milik Lanud yang dipinjam-pakaikan kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, pihaknya menerjunkan personel TNI AU untuk membantu proses pembangunan sekolah tersebut.
"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Harapan kami, dengan bangunan yang baru, motivasi anak-anak untuk belajar juga semakin baik," ujar Yudisthira.
Ia mengatakan, keterlibatan personel TNI AU dalam revitalisasi tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79.
"Ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian TNI Angkatan Udara terhadap lingkungan sekitar. Kami menempatkan personel untuk membantu pekerjaan setiap harinya agar proses revitalisasi berjalan lancar," katanya.
Yudisthira berharap keterlibatan prajurit dapat membantu menjaga kualitas pembangunan sehingga nantinya siswa dapat belajar dengan kondisi yang lebih aman dan nyaman.
"Harapan kami, kualitas bangunan dapat terjaga dengan baik sehingga nantinya anak-anak bisa belajar dengan kondisi yang aman dan nyaman," ucapnya.
Ia menambahkan, sekitar 70 personel TNI AU dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Namun, setiap hari terdapat dua hingga lima personel yang diterjunkan secara bergantian hingga proyek revitalisasi selesai.
"Sekitar 70 personel kami libatkan. Untuk kegiatan hariannya ada sekitar dua sampai lima personel yang terus membantu secara berkelanjutan sampai proyek ini selesai," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!