Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Viral Joget Cuan MBG, Ini Penjelasan Hendrik Irawan

Desi Rossilawati
Jumat, 27 Maret 2026 | 16:00 WIB
Bagikan
Viral Joget Cuan MBG, Ini Penjelasan Hendrik Irawan

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG BARAT - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Hendrik Irawan di Desa Pangauban, Kecamatan Barujajar, Kabupaten Bandung Barat, ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah video aksi joget-joget Hendrik viral di media sosial. Video tersebut juga menyinggung insentif Rp6 juta per hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi, menyatakan penutupan sementara SPPG itu bukan semata karena video viral, tetapi juga lantaran infrastruktur fasilitas yang belum memenuhi standar.

Lantas apa alasan Hendrik joget-joget di dalam SPPG-nya?

Hendrik Irawan mengaku video joget tersebut sebenarnya sudah lama dibuat, saat SPPG sedang libur operasional. Ia menegaskan tidak berniat menyombongkan insentif MBG yang diterimanya.

"Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta," kata Hendrik dikutip dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Ia sama sekali tak berniat merendahkan program Presiden RI, Prabowo Subianto. Saat videonya viral dengan tendensi negatif, ia sempat tersulut emosi sampai berniat melaporkan beberapa akun media sosial ke polisi. "Tapi enggak jadi (laporan polisi), waktu itu saya tersulut emosi. Saya terima kalau netizen sekarang menghujat saya, enggak apa-apa," kata Hendrik. Hendrik menyampaikan permohonan maaf terbuka atas aksinya tersebut. Ia menerima konsekuensi penutupan sementara SPPG miliknya atas huru-hara yang ia ditimbulkan. "Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah," katanya. Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi menyebut viralnya aksi joget-joget Hendrik Irawan itu juga dinilai mencoreng nilai baik di balik program MBG yang jadi andalan Presiden Prabowo Subianto demi meningkatkan kualitas anak-anak. "Ya itu kan urusan personal sebetulnya, tidak mewakili siapapun. Cuma tidak sepatutnya juga dia seperti itu, apalagi di dalam SPPG. Kita ingatkan ke depan SPPG di KBB fokus mengurus MBG saja, jangan mencoreng nilai positif dengan aksi seperti itu," kata Ramzi dikutip dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Ramzi menyebut saat ini SPPG Pangauban milik Hendrik Irawan ditutup sementara. Selain buntut dari viralnya aksi joget-joget yang bersangkutan, ternyata ada infrastruktur yang dibangun tidak sesuai standar. "Ditutup sementara, dari beberapa dapur dia baru 1 yang beroperasi. Jadi ada infrastruktur yang belum sesuai standar, nanti akan dicek lagi sebelum kembali dibuka. Waktu penutupan ya sesuai lamanya dia melakukan perbaikan," kata Ramzi. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.