Vietnam Pertahankan Gelar ASEAN Hyundai Cup 2026

ED
PN
Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:21 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS - Vietnam kembali mengukuhkan diri sebagai penguasa sepak bola Asia Tenggara setelah menahan Thailand 2-2 pada leg kedua final ASEAN Hyundai Cup™ 2026 di Hanoi, Rabu (26/8/2026). Hasil tersebut membuat Vietnam menang agregat 4-2 sekaligus mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi 2024.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Vietnam sempat berada dalam tekanan setelah Thailand mencetak gol lebih dulu melalui Yotsakon Burapha pada menit ke-12. Namun, tuan rumah mampu menjaga keunggulan agregat dan memastikan trofi tetap berada di tangan mereka.

Vietnam juga berhak membawa pulang hadiah sebesar 500.000 dolar AS setelah berhasil mempertahankan gelar juara untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen tersebut.

Gelar 2026 menjadi trofi keempat Vietnam di ajang ASEAN Hyundai Cup. Sebelumnya, Vietnam menjadi juara pada 2008, 2018, dan 2024.

Thailand yang tertinggal 0-2 pada leg pertama membutuhkan kemenangan dengan selisih setidaknya dua gol untuk membuka peluang membalikkan keadaan. Tim berjuluk Gajah Perang itu langsung tampil agresif sejak pertandingan dimulai.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-12. Waris Choolthong mengirim umpan silang dari sisi kanan yang kemudian diteruskan Seksan Ratree kepada Yotsakon. Berdiri tanpa kawalan di dalam kotak penalti, Yotsakon melepaskan tembakan first time yang tidak mampu dihentikan kiper Vietnam, Patrik Lê Giang.

Gol tersebut membuat Thailand semakin percaya diri dan meningkatkan tekanan kepada pertahanan Vietnam.

Selepas jeda, Thailand kembali memperoleh peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan agregat. Pada menit ke-49, wasit Ahmed Eisa Darwish menunjuk titik putih setelah Kakana Khamyok dijatuhkan Phạm Xuân Mạnh di kotak penalti.

Kakana yang maju sebagai eksekutor justru gagal memanfaatkan kesempatan tersebut. Tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang Vietnam.

Kegagalan itu menjadi titik balik pertandingan. Hanya tiga menit berselang, Vietnam berhasil mencetak gol yang membuat posisi mereka semakin aman.

Tuấn Tài mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti dan menemukan Đỗ Hoàng Hên dalam posisi yang menguntungkan. Hoàng Hên langsung melepaskan tembakan yang mengenai tiang gawang.

Bola kemudian bergerak di sepanjang garis gawang sebelum mengenai tumit kiper Thailand, Chatchai Bootprom, dan masuk ke dalam gawang. Gol bunuh diri tersebut membuat skor menjadi 1-1.

Bagi Chatchai, laga final leg kedua ini merupakan penampilan pertamanya di turnamen. Ia dipercaya menggantikan Kampon Phatomakkakul yang sebelumnya tampil dalam tujuh pertandingan Thailand.

Thailand belum menyerah. Pada menit ke-84, Wanchai Jarunongkran kembali memberikan harapan kepada timnya.

Kegagalan lini belakang Vietnam menghalau umpan silang Waris dari sisi kanan dimanfaatkan Wanchai. Ia melepaskan tembakan rendah yang melewati penjagaan Patrik dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk Thailand.

Dengan waktu yang tersisa, Thailand hanya membutuhkan satu gol tambahan untuk memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Namun, harapan tersebut akhirnya sirna pada masa injury time. Wanchai justru mencetak gol bunuh diri yang membuat kedudukan berubah menjadi 2-2.

Gol tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan Thailand. Vietnam memastikan kemenangan agregat 4-2 dan mempertahankan mahkota ASEAN Hyundai Cup.

Kemenangan tersebut disambut meriah para pendukung Vietnam yang memenuhi stadion di Hanoi.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Saya sudah lama menunggu momen ini. Saya sangat bangga. Kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik,” kata Đỗ Hoàng Hên, yang dinobatkan sebagai Hyundai Player of the Match.

Hoàng Hên mengaku bekerja keras untuk bisa mencapai momen tersebut dan merasa senang dapat membantu Vietnam mempertahankan trofi di hadapan publik sendiri.

“Saya bekerja sangat keras untuk bisa berada di sini dan saya sangat senang bisa membantu tim membawa piala ini ke Hanoi,” ujarnya.

Di kubu Thailand, Yotsakon mengakui timnya kecewa karena gagal memaksimalkan sejumlah peluang yang didapat.

“Kami kecewa kalah dalam pertandingan. Kami memiliki peluang untuk mencetak gol dan mengejar mereka, tetapi pada akhirnya kami tidak bisa melakukannya. Kami sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi itulah sepak bola,” kata Yotsakon.

Selain keberhasilan mempertahankan gelar, Vietnam juga mendominasi penghargaan individu ASEAN Hyundai Cup 2026.

Nguyễn Đình Bắc dinobatkan sebagai Hyundai Most Valuable Player (MVP) setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Penyerang Vietnam tersebut juga menjadi salah satu pencetak gol terbanyak dengan koleksi lima gol.

Penghargaan Yanmar Top Goal Scorer menjadi milik bersama Đình Bắc dan rekan setimnya, Nguyễn Xuân Son. Keduanya sama-sama mencetak lima gol sepanjang turnamen.

Sementara itu, Yotsakon Burapha yang menjadi salah satu pemain penting Thailand mendapatkan penghargaan adidas Rising Star.

Patrik Lê Giang melengkapi dominasi Vietnam dengan meraih penghargaan Best Goalkeeper. Penjaga gawang tersebut menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan Vietnam mempertahankan gelar.

Patrik tercatat menjadi kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak sepanjang turnamen. Penampilannya juga menjadi salah satu faktor Vietnam hanya kebobolan satu gol sebelum pertandingan final leg kedua.

Dalam laga final, penghargaan Hyundai Player of the Match diberikan kepada Đỗ Hoàng Hên yang tampil menentukan dalam perjalanan Vietnam mengamankan trofi.

Dengan keberhasilan tersebut, Vietnam menegaskan kembali posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara. Gelar 2026 juga menambah koleksi trofi mereka sekaligus memperkuat dominasi setelah sukses menjadi juara pada 2024.

Adapun Thailand harus puas sebagai runner-up meski telah memberikan perlawanan hingga menit-menit terakhir.

ASEAN Hyundai Cup™ 2026 sendiri menjadi edisi istimewa karena bertepatan dengan perayaan 30 tahun kompetisi sepak bola paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut.

Berikut daftar lengkap penghargaan individu ASEAN Hyundai Cup™ 2026:

Juara: Vietnam
Runner-up: Thailand
Most Valuable Player: Nguyễn Đình Bắc (Vietnam)
Yanmar Top Goal Scorer: Nguyễn Đình Bắc dan Nguyễn Xuân Son (Vietnam), masing-masing 5 gol
adidas Rising Star: Yotsakon Burapha (Thailand)
Best Goalkeeper: Patrik Lê Giang (Vietnam)
Hyundai Player of the Match pada leg kedua final: Đỗ Hoàng Hên (Vietnam)

Kemenangan ini sekaligus menjadi penutup sempurna bagi Vietnam dalam edisi ke-30 ASEAN Hyundai Cup, sementara Thailand harus kembali menunggu kesempatan untuk merebut kembali trofi yang pernah mereka menangi sebanyak tujuh kali.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.