Varian Baru Covid-19 'Nimbus' Merebak di 22 Negara, WHO Keluarkan Peringatan

Desi Rossilawati
Kamis, 12 Juni 2025 | 00:00 WIB
Bagikan
Varian Baru Covid-19 'Nimbus' Merebak di 22 Negara, WHO Keluarkan Peringatan
VISI.NEWS | BANDUNG - Dunia kini kembali menghadapi ancaman baru dalam pandemi Covid-19 dengan munculnya varian Nimbus (NB.1.8.1), turunan terbaru dari Omicron yang telah terdeteksi di lebih dari 22 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Nimbus sebagai variant under monitoring sejak Mei 2025, menyusul laju penyebarannya yang cepat dan kemampuan menghindari kekebalan tubuh. Varian ini pertama kali teridentifikasi pada Januari 2025 dan telah menunjukkan kecenderungan penyebaran yang lebih efisien, khususnya di Asia dan Eropa. Negara-negara seperti China, Hong Kong, Singapura, dan Inggris melaporkan lonjakan kasus yang mengkhawatirkan. Para ilmuwan menyoroti adanya mutasi pada protein spike Nimbus yang membuat virus ini lebih mudah mengikat reseptor ACE2 pada tubuh manusia. Meski belum ada bukti bahwa Nimbus menyebabkan gejala lebih parah dibanding varian sebelumnya, kemudahan penularannya menjadikannya ancaman nyata, terutama bagi kelompok berisiko tinggi dan di tengah menurunnya angka tes Covid-19 secara global. Peningkatan Kekhawatiran Jelang Musim Panas Dengan meningkatnya aktivitas sosial dan mobilitas publik menjelang musim panas, para ahli virologi memprediksi kemungkinan terjadinya lonjakan infeksi. WHO dan sejumlah otoritas kesehatan menyerukan agar masyarakat tetap waspada, memperbarui vaksinasi, dan kembali memperhatikan protokol kesehatan dasar. Vaksin Masih Efektif, Tapi Kewaspadaan Tetap Diperlukan Walau data awal menunjukkan vaksin yang ada masih memberikan perlindungan terhadap gejala berat, masyarakat diminta untuk tidak lengah. Pemerintah di berbagai negara telah mulai menggencarkan kampanye vaksinasi ulang, terutama bagi lansia dan penderita komorbid. Kendati belum dikategorikan sebagai varian yang menyebabkan kematian tinggi, Nimbus menjadi perhatian karena kecepatan penyebarannya dan kemampuannya untuk menghindari kekebalan dari infeksi sebelumnya maupun vaksinasi. WHO dan para ilmuwan menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi kunci utama, mulai dari vaksinasi, penggunaan masker di ruang tertutup, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi penyebaran varian baru ini. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.