Ustadz ‘Anti Biasa’: Ngomong Bisnis, Ujungnya Surga
Ustadz Dr. Fatria Daha Saputra, Lc., M.A. /visi.news/ihda da'watul aba
Alih-alih menyalahkan orang lain, ia memilih bertanya pada diri sendiri: “Ada apa ya sama saya?â€
Di situlah letak kejujurannya. Ia tidak menjanjikan kepastian. Ia hanya mengajak mencoba. “Kalau gak dijalanin, ya gak bakal tahu,†katanya.
Menjelang akhir, nadanya melambat. Ia bicara tentang hidup yang singkat, tentang pasangan hidup yang seharusnya saling mendekatkan kepada Tuhan, bukan sebaliknya. Ia bahkan menyentil kebiasaan manusia yang terlalu menggantungkan harapan pada sesama.
“Kalau berharap ke manusia, pasti kecewa,†ujarnya singkat.
Tak ada kesan menghakimi. Yang ada justru semacam ajakan untuk berpikir ulang—tentang prioritas, tentang arah hidup.
Ketika doa penutup dipanjatkan, suasana berubah hening. Kata-kata Arab mengalir, diikuti “amin†yang lirih dari hadirin. Tak ada tepuk tangan. Tak ada riuh.
Hanya ada jeda. Jeda yang mungkin diisi oleh pikiran masing-masing.
Di saung kecil itu, ustadz nyentrik dari Banjar ini tidak menawarkan formula instan. Ia tidak menjual janji sukses. Ia hanya menggeser cara pandang: bahwa usaha boleh maksimal, tapi sandaran tetap satu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!