Usai Wukuf di Arafah, Jemaah Lansia Langsung ke Mina
Ilustrasi. /visi.news/ai
PPIH Arab Saudi bersama Satuan Operasi Armuzna kini masih memfinalisasi berbagai aspek teknis pelaksanaan murur dan tanazul, mulai dari pembagian jemaah, pengaturan transportasi, hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP).
Koordinasi juga terus dilakukan secara intensif dengan ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Menurut Puji, keberhasilan pelaksanaan Armuzna tahun ini sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah mengikuti arahan petugas. Pemerintah ingin menghindari berbagai persoalan yang sempat muncul pada musim haji sebelumnya, terutama kemacetan dan penumpukan jemaah di Muzdalifah.
“Kita tidak ingin ada lagi jemaah yang kesiangan keluar dari Muzdalifah atau sampai harus berjalan kaki karena kepadatan,” tegasnya.
Petugas Khusus Disiagakan di Mina
Selain menerapkan skema murur, PPIH juga menyiapkan strategi pelayanan khusus dengan menempatkan petugas lebih awal di Arafah dan Mina. Petugas tersebut akan membantu memastikan jemaah tidak tersesat serta dapat langsung menempati tenda sesuai pembagian.
Bahkan, sebagian petugas disiapkan secara khusus untuk fokus melayani jemaah di Mina sehingga kemungkinan tidak dapat menjalankan ibadah haji tahun ini.
“Ada petugas yang memang kita dedikasikan khusus di Mina supaya jamaah tidak tersesat dan bisa terlayani dengan baik,” ujar Puji.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!