Usai Safari Wukuf, Jemaah Haji Lansia dan Risti Kembali ke Hotel
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 10 Juni 2025 | 15:27 WIB
VISI.NEWS | MAKKAH - Sebanyak 477 jemaah haji Indonesia yang tergolong lanjut usia, berisiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas telah mengikuti program safari wukuf yang diselenggarakan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Setelah menjalani puncak ibadah di Arafah, seluruh jemaah kini telah dikembalikan ke hotel masing-masing.
Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, memantau langsung proses evakuasi jemaah dari hotel transit menuju akomodasi awal mereka. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar jemaah telah dipulangkan, sementara sisanya dijadwalkan kembali malam harinya.
"Program ini menjadi satu alternatif yang terus kita kembangkan. Karena sangat bermanfaat untuk jemaah yang kesulitan dalam melakukan ibadah haji, terutama saat wukuf di Arafah. Bisa karena keterbatasan fisik, penyakit bawaan, atau mobilitas yang tidak memadahi," ujar Hilman pada Senin (9/6/2025) malam.
Ia menyampaikan apresiasi kepada lebih dari 120 petugas haji yang mendampingi para jemaah safari wukuf, menyebut mereka telah menunjukkan ketelatenan, kesabaran, dan dedikasi dalam memberikan pelayanan maksimal.
Kementerian Agama juga berencana menjadikan safari wukuf sebagai program unggulan dalam penyelenggaraan haji ke depan dan akan mengkomunikasikannya ke otoritas Arab Saudi. Meski begitu, Hilman menegaskan bahwa pihaknya berharap jumlah jemaah safari wukuf menurun di tahun-tahun mendatang.
"Justru kita ingin kurangi jumlahnya, karena kita ingin meningkatkan istithaahnya (kemampuan seseorang untuk melaksanakan ibadah haji). Kalau dari tahun ke tahun jumlah jemaah safari wukuf semakin bertambah, itu artinya istithaahnya kurang berhasil. Kami ingin semakin kua istithaahnya sehingga proses perjalanan ibadah haji menjadi lebih mudah bagi jemaah," katanya.
Sebagai informasi, dari total sekitar 2.600 jemaah yang diusulkan, hanya 477 yang akhirnya mengikuti program safari wukuf setelah dilakukan seleksi ketat. Cuaca ekstrem di Arafah menjadi salah satu alasan kuat diperlukannya program ini sebagai solusi kemanusiaan dan kesehatan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!