Usai European Inventor Award (EIA) 2022, Fahmi Mubarok Tidak Pulang dengan Tangan Hampa

ED
Selasa, 5 Juli 2022 | 11:44 WIB
Bagikan
Usai European Inventor Award (EIA) 2022, Fahmi Mubarok Tidak Pulang dengan Tangan Hampa

VISI.NEWS | MUNICH - European Inventor Award (EIA) 2022 akhirnya tuntas dan berhasil dilaksanakan. Sejumlah ilmuwan dari berbagai negara berhasil meraih penghargaan tertinggi dan membanggakan negara mereka dalam kategori Industry, Research, Non EPO Countries, Small and medium-sized enterprises (SMEs), Lifetime Achievement dan Young Inventors Prize. Sayang sekali, ilmuwan Indonesia dan staf pengajar ITS, Fahmi Mubarok ST., M.Sc., Ph.D belum berhasil membawa pulang penghargaan tersebut. Namun, Fahmi Mubarok tidak pulang dengan tangan hampa.

Sepulang dari Munich untuk acara penganugerahan EIA 2022 (04/07), Fahmi Mubarok mengaku banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pengalamannya mengikuti kompetisi inovasi EIA 2022. “Dengan menjadi finalis di ajang EIA 2022, kami berkesempatan untuk memperluas kerjasama dengan berbagai klien di sektor industri, sehingga kami dapat menguji lapisan hard carbide kami untuk diterapkan pada kebutuhan spesifik mereka,” kata Fahmi Mubarok.

EIA merupakan kompetisi inovasi kelas dunia yang diselenggarakan oleh European Patent Office (EPO) sejak tahun 2006. EIA merupakan penghargaan inovasi yang diberikan kepada mereka yang mampu menciptakan dan menemukan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul seiring dengan berkembangnya peradaban. Pada kategori SMEs yang diikuti oleh Fahmi Mubarok, juri akhirnya memilih Madiha Derouazi (Swiss) & Elodie Belnoue (Prancis) sebagai pemenang, sedangkan Elena Garcia Armada dari Spanyol meraih Popular Votes sebagai ilmuwan yang memperoleh suara terbanyak dari publik.

Berkolaborasi dengan ahli kimia dan material Spanyol Nuria Espallargas, Fahmi Mubarok menemukan metode pembuatan lapisan keras karbida (dalam hal ini silikon karbida) yang dibuat dengan penyemprotan termal/thermal spray. Sebelumnya hal ini tidak bisa dilakukan karena bahan karbida keras tidak memiliki titik leleh sehingga jika dipanaskan akan berubah menjadi gas. Thermal spray sendiri merupakan teknik pelapisan yang sudah terkenal dan dapat diterapkan pada komponen besar dan penting dalam industri yang sedang mengalami keausan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.