Ulama Kharismatik KH Sofyan Yahya Bicara Soal Kesulitan Ekonomi
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG -Dalam sebuah acara Yaumul Ijtima yang diadakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung di Ponpes Darul Majid, KH Sofyan Yahya, seorang ulama kharismatik dan Dewan Penasehat PCNU, berbagi kisah tentang tiga ibu yang datang kepadanya dengan air mata, mengungkapkan kesulitan keuangan yang mereka hadapi selama sebulan terakhir.
Dalam ceramahnya, KH Sofyan menekankan, "Pilih mana, mending susah uang atau susah bernafas? Saya tidak akan membicarakan yang lain, saudara saya sendiri mobilnya delapan, rumah enam ladangnya hampir di setiap desa punya. Ia susah bernafas. Sesak nafas," ungkapnya.
Ia, kata KH Sofyan, menjajarkan BPKB, Sertifikat dan bukti harta lainnya agar bisa bernafas lega. Namun tidak ada yang bisa membantu dan akhirnya di bawa ke RS Harapan Kita. "Karena penuh di RS Harapan Kita akhirnya di bawa ke RS Immanuel. Lima hari kemudian meninggal. Jadi ibu-ibu, mending susah uang, mending susah bernafas?," ungkapnya. "Mending susah uang," jawab ibu-ibu kompak.
Yang sudah Allah berikan kepada kita, kata KH Sofyan, lebih dari uang tapi kenapa kita tidak berterima kasih. "Fabiayyi alla irobbikoma tuladdiban," ungkapnya.
Ia mengingatkan kepada ibu-ibu jemaah untuk tidak berkeluh kesah dalam hal keuangan. Jangan seperti Bani Israil yang ingin selalu mendapat imbalan. Salat Dhuha jangan dibanding-banding dengan dagang, dengan usaha. "Ikhlas saja karena Allah," tandasnya.
Ada swalayan yang buka di daerah, kata Kiai Sofyan Yahya. Dia melarangnya, karena ingin warung-warung kecil bisa hidup. "Ibu-ibu muslimat kalau datang ke swalayan tidak pernah nawar harga, langsung ambil-ambil saja. Coba Mang Udin, tukang sayur, datang ke teras rumah ibu-ibu. Itu kangkung harga dua ribu masih di tawar," ungkapnya.
"Karunya itu tukang sayur akhirnya bangkrut, dan pulang kembali ke kampungnya di Tasik," imbuhnya.
Kata KH Sofyan Yahya, yang punya swalayan itu tidak pernah salat Dhuha, tapi kaya raya, karena ibu-ibu kalau belanja tidak pernah nawar. "Ada ibu-ibu yang nanya, kalau ingin kaya seperti itu berapa lama salat Dhuhanya? berapa banyak baca Waqiahnya?. Mereka itu ibu-ibu, tidak pernah salat Dhuha, tidak pernah baca Surat Al Waqiah, karena bukan muslim," tandasnya.
KH Sofyan Yahya juga mengingatkan ibu-ibu agar jangan membawa keresahan ke tempat lain, kalau ke luar rumah, jangan dibawa rasa resahnya.
"Cicing siah tong milu aing rek ka pasar heula," ungkapnya. Kalau mau ke pangajian, "Cicing siah tong milu aing rek ka pangajian. Konci kariweuh mah nu pageuh dina lomari. Ibu-ibu mah sok katingali lamun keur loba kariweuh teh. Raray na teh geuneuk," pungkasnya.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!