Uka Suska: Kemenko BP dan Konsultan Lirik Optimalisasi PIM Soreang

Desi Rossilawati
Kamis, 11 Desember 2025 | 12:26 WIB
Bagikan
Uka Suska: Kemenko BP dan Konsultan Lirik Optimalisasi PIM Soreang

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko BP) Republik Indonesia kunjungi Pasar Ikan Modern (PIM) Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (10/12/2025).

Kehadiran jajaran Kemenko BP RI ini diwakili Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap/Plt Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Yogi Yanuar. Selain itu hadir dari Program Director Indonesia Ocean Justice Initiative Stephanie Juwana dan Co-Drector of Stanford Center for Ocean Solutions Jim Leape.

Hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama dan jajarannya. Mereka juga turut mengunjungi SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Gajahmekar Soreang, untuk mengetahui rantai pasok ikan konsumsi yang dibutuhkan dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis).

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Dispakan Uka Suska mengatakan kunjungan lapangan dari Kemenko BP RI ini dalam rangka akselerasi Ketahanan Pangan Nasional dan mendukung keberhasilan program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan).

"Kunjungan lapangan dari jajaran Kemenko BP RI ini pula untuk meninjau secara langsung rantai pasok perikanan di Pasar Ikan Modern (PIM) Soreang Bandung serta SPPG terdekat dalam pemenuhan protein hewani melalui menu ikan," kata Uka Suska.

Selain dari jajaran Kemenko BP RI, Uka Suska menyebutkan, Dispakan juga menyambut kunjungan lapangan dari Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) dan Stanford University sebagai mitra Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim dalam kerja sama pangan akuatik berkelanjutan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para pihak, khususnya jajaran Kemenko BP RI yang sudah melaksanakan kunjungan lapangan ke PIM Soreang Bandung. Kunjungan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kelangsungan PIM Soreang. Kami berharap PIM Soreang bisa lebih optimal lagi dalam operasionalnya dengan didukung peralatan maupun permodalannya," tuturnya.

Lebih lanjut Uka Suska mengatakan bahwa kunjungan lapangan dari Kemenkop BP RI beserta Program Director Indonesia Ocean Justice Initiative dan Co-Drector of Stanford Center for Ocean Solutions ini ingin melihat langsung potensi perikanan yang ada di Kabupaten Bandung.

"Kemenkop BP RI beserta konsultan itu, di Kabupaten Bandung mereka melihat langsung potensi yang luar biasa dalam budidaya ikan konsumsi maupun ikan hias," katanya.

Menurutnya, untuk mengoptimalkan potensi perikanan konsumsi itu bisa dikerjasamakan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melaksanakan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Termasuk dikerjasamakan dengan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), sebagai pengembangan rantai pasok perikanan.

Uka Suska menyebutkan bahwa khusus untuk produksi ikan lele saja dari para pembudi daya ikan di Kabupaten Bandung mencapai 38,82 ton per bulan.

"Maka jika dihitung berdasarkan jumlah KPM sebanyak 1.253.236, maka diperlukan 125,32 ton per bulan ikan lele. Maka masih terdapat kekurangan sekitar 86,5 ton per bulan ikan lele," katanya.

Uka Suska mengungkapkan dengan kehadiran dari pejabat kementerian dan konsultan itu, diharapkan bisa mengoptimalkan operasional PIM Soreang. Dengan didukung adanya pengembangan rumah makan seafood untuk memfasilitasi pembudidaya ikan konsumsi, termasuk ikan hias yang diketahui cukup banyak pembudidayanya.

"Potensi ikan hias juga cukup banyak di Kabupaten Bandung. Saya ingin, ikan hias juga bisa difasilitasi di PIM, termasuk optimalisasi dalam pemasaran ikan konsumsi," harapnya.

Ia juga berharap di PIM ada kontes ikan hias, dengan dilengkapi grosir peralatan aquarium ikan hias. Sehingga dalam pengelolaan PIM bisa dikerjasamakan dengan komunitas dalam penyelenggaran kontes ikan hias tersebut.

"Kita berharap PIM bisa menjadi grosir ikan hias maupun ikan konsumsi. Supaya keberadaan PIM Soreang lebih optimal dalam operasionalnya," harapnya lagi.

Melihat potensi yang ada di Kabupaten Bandung itu, kata Uka Suska, jajaran kementerian maupun konsultan dan provinsi menyambut baik dalam upaya pengembangan PIM Soreang.

"Ingin mengoptimalkan keberadaan PIM Soreang. Sehingga nantinya akan dibahas lebih lanjut dengan pihak kementerian maupun dengan konsultan," ujarnya. @kos

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.