UI Akui Kelemahan Aturan Internal Usai Penangguhan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 16 November 2024 | 12:00 WIB
VISI.NEWS | DEPOK - Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) Yahya Cholil Staquf menyatakan perlunya perbaikan internal di UI setelah kontroversi pemberian gelar doktor kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Perbaikan ini terutama terkait aturan kelulusan mahasiswa jenjang S3 atau doktoral di jalur riset.
"Karena peraturannya belum cukup detail atau belum ada. Nah itu yang kami lihat sebagai hal-hal yang perlu diperbaiki secara internal," kata Yahya, Jumat (15/11/2024).
Yahya menekankan bahwa kesalahan tidak sepenuhnya terletak pada Bahlil, tetapi juga pada pihak UI.
"Kalau kekurangannya ada pada lembaga (UI), ya kan kita tidak bisa juga semena-mena melimpahkan konsekuensinya pada kesalahan pribadi," ujarnya.
Menurut Yahya, penangguhan gelar doktor Bahlil disebabkan oleh belum terpenuhinya batas waktu minimum empat semester untuk menggelar sidang yudisium. Yahya menegaskan bahwa sidang yudisium Bahlil seharusnya tidak dilakukan hingga masa empat semester terpenuhi.
"Karena aturannya menurut peraturan Rektor Nomor 26 Tahun 2022 ini harus empat semester. Jadi yudisiumnya harus menunggu sampai seluruh masa studi terlampaui," jelas Gus Yahya.
Bahlil Lahadalia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dari UI dengan predikat cumlaude setelah menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Indonesia pada 16 Oktober 2024. Judul disertasinya adalah "Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia." Kontroversi muncul karena Bahlil lulus dalam kurun waktu 1 tahun 8 bulan, dan UI menangguhkan gelar doktor Bahlil pada Rabu (13/11/2024).
Penangguhan ini sesuai dengan hasil rapat Koordinasi empat Organ Universitas Indonesia yang dilaksanakan pada Selasa, 11 November 2024 di Kampus UI Salemba.
"UI mengakui bahwa permasalahan ini, antara lain bersumber dari kekurangan UI sendiri, dan tengah mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya baik dari segi akademik maupun etika," ujar Yahya, Rabu (13/11/2024). @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!