Ucapan Ultah Istri Gubernur Kalteng Disorot, Agustiar Buka Suara
Massa membentangkan spanduk Hepi Besdey Ibu @thisia.halijam saat menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (31/8/2026)./visi.news/ist_ai.
VISI.NEWS - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, memilih mengambil hikmah dari polemik ucapan selamat ulang tahun untuk istrinya, Aisyah Thisia Halijam, yang diunggah sejumlah akun resmi organisasi perangkat daerah (OPD).
Ucapan ulang tahun tersebut menuai sorotan karena muncul ketika Kalteng masih menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Sorotan itu kemudian dibawa ke aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan di depan Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (31/8/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan 'Hepi Besdey Ibu @thisia.halijam' sebagai bentuk sindiran terhadap polemik ucapan ulang tahun tersebut.
Menanggapi sorotan itu, Agustiar mengatakan dirinya bersama keluarga memilih mengambil sisi positif dari persoalan yang muncul.
"Kami ambil hikmahnya saja, kami ambil hikmahnya saja," tutur Agustiar dikutip dari Kompas.com, Senin.
Agustiar Nilai Ucapan Ultah Hal Lumrah
Agustiar menilai memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada seseorang merupakan hal yang wajar. Ia juga mengatakan persoalan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan karena tidak ada pesta atau perayaan besar yang digelar.
"Ya itu wajar, jangan juga membesar-besarkan, kecuali dia berpesta pora, itu kan tidak, cuman ucapan gitu, saya rasa tidak (masalah)," ujarnya dalam keterangannya diucap, Selasa (1/9/2026).
Agustiar kemudian mempertanyakan apakah memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada seseorang merupakan sesuatu yang dilarang.
"Contohnya ini orang mengucapkan ulang tahun, apakah dilarang?" katanya.
Meski demikian, Agustiar mengaku memahami apabila ucapan tersebut dianggap kurang tepat karena disampaikan ketika Kalteng sedang menghadapi karhutla dan kabut asap.
"Tapi, anggap saja itu salah, sudahlah, kita tutup buku itu, kami ambil hikmah, semua itu ada hikmahnya," tandasnya.
'Hepi Besdey Ibu' Jadi Sindiran Massa
Polemik ucapan ulang tahun tersebut sebelumnya menjadi bagian dari aksi simbolik Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan. Massa membentangkan spanduk bertuliskan 'Hepi Besdey Ibu @thisia.halijam' di depan Kantor Gubernur Kalteng.
Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan, Dida Pramida, mengatakan spanduk tersebut sengaja digunakan untuk menyinggung pihak-pihak yang namanya tercantum di dalamnya.
"Ternyata kita malah ucapin selamat ulang tahun, makanya kami mengadakan salah satu itu termasuk salah satu aksi simbolik kami dari jauh kayak gitu kan," kata Dida, dikutip dari Tribun Kalteng, Senin.
Menurut Dida, kritik mengenai ucapan ulang tahun tersebut bukan menjadi tuntutan utama massa. Spanduk tersebut digunakan sebagai bagian dari cara menyampaikan keresahan terhadap aktivitas sejumlah akun resmi OPD.
"Untuk sedikit menyinggung pihak-pihak yang memang tertera di spanduk kami," tuturnya.
Kritik Muncul di Tengah Karhutla
Ucapan ulang tahun tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah akun Instagram resmi OPD Pemerintah Provinsi Kalteng diketahui mengunggah ucapan selamat ulang tahun ke-27 kepada Aisyah.
Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Massa menilai penggunaan akun resmi pemerintah untuk mengunggah ucapan tersebut kurang tepat ketika masyarakat dan relawan masih menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.
Dida mengatakan pemerintah dan perangkat daerah seharusnya lebih fokus terhadap penanganan bencana.
"Sebenarnya kalau untuk itu kami sangat-sangat menyayangkan ya pemerintah Kalimantan Tengah, dinas-dinas dan lainnya kayak gitu kan di dalam kita sedang kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Ia menilai unggahan ucapan ulang tahun tersebut terlihat kontras dengan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi kabut asap.
"Malah sibuk mengucapkan selamat ulang tahun, bahkan itu sangat mempermalukan kita Kalimantan Tengah ya di tengah-tengah kita menjadi orang lagi pray for Kalimantan kayak gitu kan," ujarnya.
Massa Minta Penanganan Karhutla Diperkuat
Juru Bicara Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan, Gihon, mengatakan pihaknya tetap mengapresiasi sejumlah upaya pemerintah daerah dalam menangani karhutla.
Namun, ia meminta penanganan bencana diperkuat karena kondisi di lapangan dinilai masih mengkhawatirkan.
"Kami memang apresiasi pemerintah Kalimantan Tengah. Tapi dalam hal ini, kita melihat pasca kunjungan Presiden harus keadaan bisa lebih baik, tapi yang ada malah lebih buruk gitu kan," kata Gihon.
Gihon juga menyoroti kualitas udara Kalteng yang menurut data yang mereka lihat sempat mencapai ISPU 2.200 pada Minggu (30/8/2026).
"Kita melihat sendiri nilai kualitas udara ISPU kita sudah menyentuh angka 2.200 per tanggal 30 pada hari Minggu gitu kan," ujarnya.
Menurut Gihon, kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah perlu memberikan perhatian lebih serius terhadap penanganan karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
"Kami ingin ada perhatian khusus gitu kan, agar ini tidak disepelekan," tegasnya.
Ia juga meminta kegiatan yang bersifat seremonial dikurangi selama penanganan karhutla berlangsung.
"Ketika kita menangani kebakaran hutan dan lahan, kita melihat kok masih ada beberapa seremonial yang dilaksanakan," katanya.
Gihon berharap pemerintah dapat memusatkan perhatian pada pemadaman karhutla sekaligus perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!