UBBF 2021: Pembangunan Infrastruktur Jaringan Menggerakkan Perkembangan industri--Sebuah Konsensus Baru
- Coverage: Konektivitas diperluas ke setiap ruang sehingga meningkatkan nilai tambah home broadband secara drastis. Permintaan pengguna rumahan dan perusahaan terus berubah. Dengan demikian, kalangan operator harus memperluas konektivitas ke setiap ruang, setiap perangkat, dan setiap sistem produksi perusahaan. Operator juga harus mengubah jalur privat menjadi jaringan privat ketika cakupan yang lebih luas telah tersedia. Langkah tersebut akan menambah jumlah koneksi, meningkatkan frekuensi penggunaan layanan oleh pelanggan (user stickiness), dan, akhirnya menciptakan berbagai peluang bisnis.
- Architecture: Arsitektur jaringan menjadi landasan penting dalam kesuksesan bisnis, baik saat ini dan masa mendatang. Arsitektur baru yang berorientasi pada masa depan memerlukan jaringan yang lebih elastis, layanan yang lebih ramah lingkungan, dan OPEX yang lebih rendah. Huawei akan terus mengeksplorasi teknologi baru—seperti OXC, SRv6, dan ADN—sebagai dasar yang lebih baik bagi arsitektur tersebut.
- Fusion: Konektivitas akan menghadirkan peluang masif. Daya saing konektivitas harus dibangun kalangan operator berdasarkan model C.A.F. Digitalisasi adalah peluang terbesar bagi industri TIK. Digitalisasi telah berkembang dari sebuah konsep menjadi praktik bisnis. Tak ayal lagi, teknologi cloud menjadi komponen utama dalam digitalisasi, namun konektivitas juga berperan penting. Tanpa konektivitas, "teknologi cloud akan sia-sia dan hanya berfungsi sebagai lautan data berukuran besar." Menurut Peng, "Fusion" berperan besar sebab konektivitas harus berorientasi pada teknologi cloud, dan membantu perusahaan bermigrasi ke teknologi cloud. Konektivitas dan teknologi cloud harus berkonvergensi. Operator pun berperan vital dalam proses tersebut.
Menurut Kevin Hu, President, Data Communication Product Line, Huawei, digitalisasi, selain meningkatkan kenyamanan dan menggerakkan transformasi positif, digitalisasi menimbulkan banyak tantantang pada jaringan lama. Misalnya, akibat keterbatasan ruang di dalam ruang peralatan CO, simpul jaringan lama sulit menyediakan fitur-fitur pemrosesan layanan secara lengkap. Hubungan fixed homing antara sumber daya dan jaringan turut mempersulit penjadwalan arus antar-DC secara fleksibel. Operasionalisasi jaringan lama dengan model campuran (hybrid) kurang memadai untuk memenuhi standar layanan saat ini yang terdiferensiasi. Demi menjawab berbagai tantangan jaringan yang dihadapi klien dalam transformasi digital, Huawei melansir Intelligent Cloud-Network Solution dengan empat fitur baru—all-service super edge CO, tenant-level hard slicing, SRv6-powered network programmability, dan cloud-network integration. Solusi ini memaksimalkan kegunaan sumber daya jaringan milik operator dan melengkapi keunggulan teknologi cloud dan jaringan. Dengan demikian, operator terbantu ketika membangun arsitektur layanan DICT yang menampilkan integrasi cloud-network.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!