Tujuh Kepala Daerah Era Presiden Prabowo Terjerat OTT KPK
Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Sepanjang tahun 2026, kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyoroti kepala daerah era Presiden Prabowo Subianto.
Bupati Muara Enim Edison menjadi korban terbaru setelah diamankan KPK pada Senin (8/6/2026), menjadikan total tujuh kepala daerah yang terkena OTT dalam enam bulan pertama tahun ini.
Dalam operasi yang digelar sejak Minggu (7/6/2026) malam di Jakarta dan Kabupaten Muara Enim, KPK mengamankan uang tunai senilai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti. Selain Edison, sembilan orang lain juga diamankan.
“Untuk barang bukti, sejauh ini terinformasi ada uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
OTT terbaru ini berkaitan dengan dugaan penerimaan yang dilakukan penyelenggara negara di Kabupaten Muara Enim dari pihak swasta, terutama dalam pengadaan barang dan jasa di lingkup pemerintahan daerah. Kasus ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat dugaan korupsi tidak genap dua tahun setelah dilantik serentak pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025-2030.
Berikut daftar tujuh kepala daerah era Presiden Prabowo yang terkena OTT KPK sepanjang 2026:
1. Wali Kota Madiun Maidi (19 Januari 2026)
Dugaan penerimaan fee proyek, dana CSR, dan gratifikasi di lingkungan Pemkot Madiun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!